Pencarian Sriwijaya Air: Nelayan di Tangerang Dengar Dua Dentuman

Mohammad Arief Hidayat, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – TNI Angkatan Laut Banten mendirikan posko pencarian pesawat Sriwijaya Air di Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Dibantu nelayan, mereka juga bergotong royong membantu proses pencarian para korban dan puing pesawat.

"Kita juga ikut menyisir pantai dengan mengerahkan Kal Tamposo, Patkamla Badak dan Patkamla Panaitan serta sekoci karet," kata Komandan TNI AL Banten Letkol Laut (P) Budi Iryanto, melalui rilisnya, Minggu, 10 Januari 2021.

Usai mendirikan posko, mereka menyisir sepanjang pantai di wilayah Tangerang untuk mencari puing dan korban pesawat Sriwijaya Air yang lokasi jatuhnya diperkirakan di sekitar perairan Kepulauan Seribu dan titik jatuhnya pun sudah diketahui oleh Tim SAR gabungan.

Baca: Firasat Fadly Korban Sriwijaya Air, Foto Bareng 3 Generasi Akhir 2020

Selama penyisiran sejak pagi hingga sore ini, TNI AL bersama nelayan, belum mendapatkan temuan berupa puing pesawat maupun korban.

"Tim SAR Lanal Banten bersama dengan nelayan Pulau Cangkir melaksanakan penyisiran di sekitar Pulau Laki, menggunakan kapal milik nelayan Pulau Cangkir, dengan hasil masih belum ditemukannya serpihan pesawat dan lain-lain," katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh TNI AL, para nelayan sempat mendengar dua kali ledakan dan gelombang air naik sekitar tiga meter. Karena takut, para nelayan segera menepi untuk menyelamatkan diri.

"Berdasarkan informasi dari nelayan yang sedang melaut, saat kejadian terdengar dua kali dentuman hebat yang mengakibat gelombang air laut naik hingga tiga meter disekitar lokasi kejadian. Nelayan segera pulang karena takut akan ada tsunami," ujarnya.