Pence olok-olok perhitungan kaukus yang lambat di South Carolina

CHARLESTON, South Carolina (AP) - Meskipun secara teknis tidak sedang berkampanye, Wakil Presiden Mike Pence pada Kamis memanfaatkan kunjungannya ke South Carolina untuk mencela Demokrat atas upaya gagal mereka dalam melengserkan Presiden Donald Trump dan karena menghadapi kesulitan saat tabulasi hasil suara kaukus Iowa pekan silam.

"Presiden Donald Trump dibebaskan selamanya," kata Pence kepada hadirin yang bersorak-sorai dan bertepuk tangan meriah saat santap makan demi menghormati dia di akademi militer The Citadel.

Pence juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengkritik Ketua DPR Nancy Pelosi karena merobek salinan naskah pernyataan Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union untuk melucu, “Saya tak tahu yang dia robek itu pidato State of the Union atau Konstitusi."

Kunjungan Pence terjadi bersamaan dengan gelombang perhatian politik di South Carolina yang menggelar pemilihan presiden pendahuluan Demokrat pada 29 Februari. Pada Rabu, Trump mengatakan dia "mungkin" akan menggelar kampanye di negara bagian itu, seperti telah dia lakukan di negara bagian-negara bagian yang mengadakan pemilihan pendahuluan lebih awal, yakni Iowa dan New Hampshire. Pekan depan, dia dijadwalkan mengunjugi Nevada, yang menggelar kaukus pada 22 Februari.

Dengan alasan menghemat biaya dan mendukung sepenuhnya Trump di negara bagian itu, Partai Republik South Carolina pada September mengatakan tahun ini memilih tidak mengadakan pemilihan pendahuluan, sebuah langkah tidak biasa bagi partai petahana Gedung Putih yang ingin terpilih kembali. Tetapi langkah ini juga membantu Trump mengkonsolidasikan dukungan pada saat kubu Demokrat menyaring jumlah kandidat yang begitu banyak.

Tak ada pendaftaran partai di South Carolina yang mengartikan pemilih Republik bebas menyeberang untuk memberikan suara dalam pemilihan pendahulan Demokrat. Beberapa kelompok Republik di negara bagian yang konservatif itu mengaku berusaha mengorganisasikan upaya mendorong warga Republiken memilih Senator Bernie Sanders yang progresif, sehingga mengalahkan dukungan kepada mantan Wakil Presiden Joe Biden, seorang moderat yang biasanya memimpin dukungan di negara bagian ini.

Dalam pidato santap malam itu, Pence mengolok-olok perhitungan suara yang lambat di kaukus Iowa.

"Jumat, ketika Demokrat masih menghitung suara di Iowa, kami sudah menghitung 225.000 pekerjaan baru selama Januari," kata dia. "Bagus kan?"

Pence mengunjungi The Citadel untuk menerima Nathan Hale Patriot Award dari Republican Society, yang sudah memberikan kehormatan serupa kepada Trump pada 2015 -sebelum dia menjadi presiden- dan kepada mantan penasihat Gedung Putih Steve Bannon pada 2018. Dalam sambutannya Kamis pagi, dia memberi tahu sekitar 2.000 taruna The Citadel bahwa dia tak pernah memiliki kesempatan berbakti tetapi mendesak mereka memimpin dengan hati.

“Jadilah seorang pemimpin. Jadilah pria dan wanita berintegritas. Rakyat mengikuti pemimpin yang mereka percayai," kata Pence. "Untuk memimpin orang lain, kalian harus terlebih dahulu memimpin diri sendiri. Jadilah teladan untuk orang-orang sekitar kalian."

Para taruna The Citadel tidak wajib berdinas di angkatan bersenjata AS, meskipun banyak yang melakukannya. Bagi mereka yang memutuskan berdinas, Pence berterima kasih kepada taruna karena bersedia berbakti dan berjanji akan mendukung mereka.

"Kalian memiliki panglima tertinggi yang akan selalu mendukung kalian," kata Pence.

Sebelumnya Kamis, Pence berbicara pada acara makan siang penggalangan dana di Columbia yang tertutup bagi media, sampai terkumpul sekitar 1,5 juta dolar. Dalam perjalanannya ke The Citadel, Pence singgah di sebuah toko bunga di pusat kota Charleston guna mengambil karangan bunga Hari Valentine untuk istrinya, Karen.