Pencipta Sudoku Maki Kaji Tutup Usia di Umur 69 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tokyo - Pada 1980-an, Maki Kaji, memberi nama sudoku bagi teka-teki nomor yang begitu populer di dunia.

Sejak itu, permainan populer yang melibatkan angka 1 hingga 9 di setiap baris, kolom, dan kotak dari kisi 9 kali 9, telah menyebar di seluruh dunia.

Bahkan ada turnamen sudoku yang berlangsung di seluruh dunia dan dimainkan oleh jutaan pemain setiap harinya.

Pria Jepang yang dikenal sebagai Godfather of Sudoku itu, meninggal pada usia 69 tahun.

Dalam situs webnya, majalah Nicoli menerbitkan sebuat pernyataan bahwa Kaji telah meninggal di rumahnya di Tokyo karena kanker saluran empedu pada 10 Agustus, seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/08/2021).

Kaji lahir di Kota Sapporo, Jepang Utara pada tahun 1951. Kemudian dia mendirikan majalah teka-teki Nicoli dan menerbitkan edisi pertamanya pada Agustus 1980, setelah keluar dari Universitas Keio.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Asal Usul Sudoku Tidak Jelas

Seorang mahasiswa mendadak kejang ketika melakukan permainan Sudoku. Ada apa?
Seorang mahasiswa mendadak kejang ketika melakukan permainan Sudoku. Ada apa?

Beberapa orang memuji matematikawan Swiss abad ke-18 Euler sebagai penciptanya. Kemudian ada yang mengatakan itu datang ke dunia Arab dari China melalui India pada abad ke-8 atau ke-9, menurut New York Times.

Pada Juli 1895, surat kabar La France, Prancis juga pernah menerbitkan sejumlah versi awal permainan di akhir abad ke-19. Permainan itu disebut “le carre magique diabolique” atau kotak sihir jahat.

Namun, arsitek AS, Howard Garns sering disebut-sebut sebagai pencipta versi modern dari teka-teki pada 1970-an, dengan nama Number Place. Permainan inilah yang ditemukan Kaji pada tahun 1984.

Dalam sebuah pidato tahun 2008, Kaji mengatakan bahwa teka-teki itu sangat menarik, menyenangkan untuk dipecahkan.

Kaji merasa nama Number Place tidak sesuai dengannya, dia ingin membuat nama Jepang, dan ditemukanlah nama Suuji wa dokushin ni kagiru, yang memiliki arti “angka harus tunggal”.

Dibantu teman-temannya untuk menemukan nama yang lebih menarik saat dia bergegas menuju pacuan kuda, dia menemukan nama Sudoku dalam waktu sekitar 25 detik.

Permainan ini menjadi populer di Jepang, dan menjadi fenomena global di tahun 2004, setelah The Times of London menerbitkan sebuah teka-teki.

Kaji mengatakan tidak ada merek dagang permainan dan tidak mendapatkan keuntungan finansial dari kesuksesannya.

Menurutnya, yang terpenting adalah orang lain dapat menikmati dan mendapatkan kegembiraan dari permainan itu.

“Saya sangat bersemangat tentang hal itu [ide baru untuk teka-teki]. Ini seperti menemukan harta karun,” katanya kepada BBC pada tahun 2007.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel