Pencitraan adalah Usaha Menonjolkan Citra Diri, Pahami Lebih Jauh

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu pencitraan? Pencitraan adalah usaha untuk menonjolkan citra diri yang baik kepada publik. Kesan pencitraan adalah selama ini terkesan buruk karena banyak yang mempraktikkannya dengan kebohongan dan berlebihan.

“Yang salah bukanlah pencitraan tapi oknum-oknum yang membuat pencitraan palsulah yang salah. Pencitraan kemudian akan menjadi salah jika ada orang yang melakukan pencitraan palsu dengan menampilkan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan kondisi aslinya,” jelas Career Coach Rene Suhardono, mengutip FIMELA.com

Pencitraan bukan demikian, pencitraan adalah pembuktian kualitas diri sesuai dengan kemampuan yang akan lebih baik bila dilakukan secara konsisten, jangka waktu panjang. Pencitraan adalah dalam konotasi positif populer disebut personal branding.

Berikut Liputan6.com ulas tentang pencitraan lebih jauh dari berbagai sumber, Senin (27/9/2021).

Mengenal Istilah Pencitraan Menurut Para Ahli

Ilustrasi pencitraan. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi pencitraan. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

1. Pencitraan Menurut Frank Jefkins

Frank Jefkins dalam Soemirat dan Adrianto (2007:114), menjelaskan pencitraan adalah kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya.

2. Suharta Abdul Manjid

Suharta Abdul Manjid (2009:70), menjelaskan pencitraan adalah gambaran yang terbentuk dimasyarakat (konsumen/pelanggan) tentang baik buruknya perusahaan.

3. Huddleston

Huddleston dalam Buchari Alma (2008:55), menjelaskan pencitraan adalah serangkaian kepercayaan yang dihubungkan dengan sebuah gambaran yang dimiliki atau didapat dari pengalaman.

4. Bill Canton

Bill Canton dalam S.Soemirat dan Adrianto. E, (2007:111), menjelaskan pencitraan adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi.

5. Philip Kotler

Philip Kotler (2009:299), menjelaskan pencitraan adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek.

Nilai dari Pencitraan atau Personal Branding

Ilustrasi Instagram, main media sosial Instagram. (Photo by Kate Torline on Unsplash)
Ilustrasi Instagram, main media sosial Instagram. (Photo by Kate Torline on Unsplash)

Pencitraan atau personal branding kini dapat diartikan sebagai kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan di publik. Oknum yang melakukan pencitraan adalah tidak memiliki nilai atau value atau tidak bermakna bila hanya didasarkan pada kebohongan untuk memengaruhi opini publik.

Bill Canton dalam buku S.Soemirat dan Adrianto. E yang terbit tahun 2007 mengungkap pencitraan adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi.

Pencitraan adalah tidak selalu negatif, karena pencitraan yang didasarkan pada nilai atau value atau bermakna bisa menguntungkan pelakunya. Kesan pencitraan yang baik disebut personal branding. Upaya menonjolkan identitas khas diri baik yang sesungguhnya tanpa dilebih-lebihkan.

Keuntungan Pencitraan atau Personal Branding

Ilustrasi media sosial. (Foto: unsplash.com)
Ilustrasi media sosial. (Foto: unsplash.com)

Personal branding atau pencitraan adalah dengan value akan sangat berguna di dunia kerja. Beberapa hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari bisa lebih mudah untuk dijalani.

Philip Kotler menjelaskan pencitraan adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek. Hal ini sesuai dengan yang diungkap oleh Penyiar Radio, Ivy Batuta mengutip FIMELA.com

"Personal branding adalah apa yang orang lain pikir tentang kita. Kita baik atau nggak kan yang menilai orang lain, apakah kita reputasinya bagus, meyakinkan, dan dapat diandalkan," paparnya.

Cara Membangun Pencitraan yang Bernilai

Ilustrasi Media Sosial. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Media Sosial. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

1. Memperkenalkan Diri dengan Nama yang Sama di Semua Platform

Salah satu hal paling sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan personal branding adalah nama. Netizen yang tertarik dengan konten di sosial media pun akan memperhatikan nama kreator.

Untuk semakin meningkatkan personal branding, gunakan nama yang sama di setiap sosial media. Hal ini berguna untuk memudahkan pencarian sekaligus meningkatkan brand awareness dari konten yang dibikin.

2. Membaharui Profil Sosial Media sesuai Persona Diri Secara Konsisten

Setelah nama yang digunakan sudah mulai dikenal, maksimalkan semua sosial media yang kamu miliki dengan memberikan deskripsi yang menarik pada kolom profil. Hal ini perlu dilakukan agar akun sosial media memiliki persona yang kuat.

Satu tips jika kebingungan dalam mengisi deskripsi di kolom profil adalah menyesuaikan kalimat yang mudah diingat oleh warganet. Jika para warganet tertarik dengan deskripsi profil kamu, bukan tak mungkin mereka akan scroll ke bawah untuk mencari konten yang kamu bikin.

3. Pilih Target Audiens Secara Mengerucut

Sering muncul pertanyaan tentang mengapa konten yang dibikin dengan penuh perjuangan malah kurang mendapatkan impresi yang bagus. Bisa jadi hal ini diakibatkan oleh konten yang dibikin kurang relevan dengan target audiens.

Di sinilah pentingnya membuat target audiens semakin spesifik dan mengerucut. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan cara membuat perkiraan rentang usia, media perilisan yang digunakan, serta waktu dirilisnya konten yang dibikin. Setelah itu baru dikombinasikan target audiens dengan promosi lewat sosial media pribadi yang telah memiliki persona.

4. Membuat Strategi Dalam Tiap Konten

Sudah menjadi pemandangan yang jamak ketika seorang selebgram membuat konten live via Twitch dan YouTube, atau para Youtuber yang membuat konten spesial untuk diunggah di Instagram. Strategi semacam ini menjadi salah satu strategi yang diterapkan untuk meningkatkan personal branding.

Strategi yang diciptakan bisa sekaligus mempromosikan sosial media lainnya yang dimiliki. Bentuknya pun bermacam-macam, seperti main game online, review, atau sebatas interaksi bareng para warganet lainnya.

5. Mendekatkan Diri dengan Para Audiens

Jika media sosial dan konten yang dibikin sudah dikemas dengan baik, langkah berikutnya yang terkadang sering dilewatkan adalah interaksi dengan para audiens. Cara ini termasuk ampuh dalam meningkatkan personal branding karena mayoritas warganet menyukai interaksi di sosial media dengan para selebritis dan kreator konten.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel