Pencoblosan Ulang di Buleleng Dijaga Ketat Aparat

Singaraja (ANTARA) - Pencoblosan ulang Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Bali di TPS 3 Desa Bungkulan, Kabupaten Buleleng, Rabu pagi dijaga ketat aparat TNI/Polri.

Penjagaan ketat aparat itu untuk menjaga keamanan dan kelancaran pencoblosan ulang di kampung halaman Wakil Gubernur Bali dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewa Nyoman Sukrawan tersebut.

Pencoblosan ulang digelar atas rekomendasi KPU dan Panwaslu Provinsi Bali atas terjadinya pelanggaran pemungutan suara di TPS 3 Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, pada pilkada Rabu (15/5) lalu.

Pada saat itu seorang warga mencoblos 100 lembar surat suara sekaligus tanpa dicegah oleh petugas TPS dan KPPS setempat. Petugas TPS dan KPPS akhirnya diberhentikan dan KPU Kabupaten Buleleng mengangkat petugas yang baru untuk menggelar pencoblosan ulang.

Kepala Sub-Bagian Teknis dan Humas Pemkab Buleleng I Nyoman Riang Pustaka berharap pencoblosan ulang bisa menjadi pembelajaran demokrasi dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur untuk periode lima tahun mendatang.

Pemkab Buleleng juga menetapkan hari libur fakultatif pada hari pencoblosan ulang tersebut. "Jangan sampai ada lagi pihak-pihak yang dirugikan dalam pencoblosan ulang ini," katanya mengingatkan.

Warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap di TPS 3 Desa Bungkulan tercatat sebanyak 538 orang. "Dengan ditetapkannya hari libur, maka kami berharap semua warga Buleleng yang masuk DPT dapat menggunakan hak pilihnya," katanya.

Pilkada Bali 2013 diikuti dua pasangan calon, yakni Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dari PDIP dan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta dari Partai Golkar, Partai Demokrat, dan tujuh parpol koalisi.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.