Pencoret Tembok SMA Jaktim adalah Siswanya Sendiri

Liputan6.com, Jakarta : Pelaku yang mencoret-coret tembok depan sekolah dan jalan di depan sebuah SMA di Jakarta Timur belum diketahui. Namun diduga pelaku yang mencoret dengan kata-kata hujatan terhadap Wakil Kepala Sekolah SMA di Jaktim, Taufan tersebut dilakukan murid SMA tersebut.

"Kalau saya sih menduga ini dilakukan oleh anak sekolah yang kecewa terhadap tindakan Wakasek (Wakil Kepala Sekolah)," ujar Zaenal, seorang petugas keamanan sekolah di SMA di Jaktim, Minggu (3/3/2013).

Namun, seorang siswa SMA di Jaktim bernama Ahmad Setiaji yakin, kalau coretan-coretan itu bukan dilakukan siswa SMA di Jaktim. "Ini enggak mungkin dilakukan sama anak 22, ini pasti sama orang yang sirik sama kita," tegas Ahmad.

Menurut Ahmad, seluruh siswa SMA di Jaktim sepakat untuk bersatu dan menginginkan agar sekolah mereka kembali baik. Mereka pun berharap kasus seperti ini cepat terselesaikan.

"Kita sudah kompak, untuk kembali angkat citra sekolah yang namanya jelek karena kasus ini, jadi enggak mungkin kalau coretan kata-kata guru cabul ini dilakukan sama kawan-kawan kami," kata dia.

Menurut salah seorang penjaga sekolah, Asep Kamaluddin (30), ia tidak tahu jam berapa aksi corat-coret tersebut berlangsung. Asep menduga peristiwa itu terjadi dini hari tadi ketika dirinya sedang tertidur.

"Kejadiannya sekitar jam 1 atau jam 2 malam, ketika penjagaan sudah longgar. Kalau di bawah jam 12 pasti terdengar ada suara orang," ujar Asep.

Ia mengetahui sekolah dipenuhi coretan setelah pukul 06.00 WIB. Yaitu ketika Asep akan membersihkan halaman depan sekolah.

Asep terkejut dibuatnya. Waktu keluar melihat berbagai tulisan dengan cat berwarna merah dan hitam berisi caci makian dan hujatan terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan Taufan terhadap muridnya berinisial M (17).

"Pas keluar, ada tujuh bagian tembok yang dicoret- coret. Kata- katanya tertulis guru cabul, guru bajingan dan guru pengajar seksual di tembok depan sekolah," tutur Asep.

Tak hanya di tembok sekolah. Coretan juga ditemukan di jalan raya depan sekolah tersebut. "Di jalan tulisannya guru bajingan Wakepseks," ujar Asep.

Setelah melihat kejadian tersebut, Asep langsung melaporkan kejadian ini. Ia pun diperintahkan kepala sekolah untuk menutupi coretan tersebut dengan cat.(Ais)