Pencuri di Bali Beraksi Sambil Bugil, Ini Alasannya Buka Pakaian

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang residivis berinisial TG (27) ditangkap Polsek Denpasar Barat, karena menjebol pusat gadai di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, Bali, Sabtu (23/7) dini hari. Pria yang berasal dari Kecamatan Tuminting, Kelurahan Mahawu, Manado, Sulawesi Utara, tanpa busana alias bugil saat melakukan pencurian itu.

Ini bukan kali pertama TG terlibat pencurian. Dia pernah ditangkap di beberapa wilayah. "Pelaku pernah ditahan karena kasus serupa di wilayah Sumatera Utara dan Polsek Ubud (Gianyar) karena membobol apotek," kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Selasa (2/8).

Akibat ulah pelaku di pusat gadai, korban yang bernama Bagus Darma menderita kerugian Rp3 juta rupiah dan dua unit kamera CCTV serta kerusakan bangunan fisik akibat dijebol pelaku. "Dalam aksinya yang terekam CCTV, pelaku beraksi dengan telanjang atau bugil," imbuhnya.

Alasan Buka Baju

Korban kemudian melapor ke polisi, Dari penyelidikan yang dilakukan, pelaku TG teridentifikasi. Dia diamankan di Jalan Legia, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

"Akan tetapi saat diminta untuk menunjuk barang bukti hasil kejahatannya pelaku mencoba melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak ke kedua kaki pelaku," jelas Sukadi.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina memaparkan, TG telah dimintai keterangan soal alasannya telanjang saat mencuri. Jawabannya bukan mistis, namun dia beralasan agar gampang atau leluasa masuk ke TKP.

"Kita coba mintai keterangan, kenapa dalam aksinya dia telanjang, alasannya dia katanya biar gampang masuk ke dalam. Karena dia jebol pintu besi keras. Menurut keterangan dia, kalau pakai baju tidak leluasa, makanya dia telanjang," ujarnya.

Tidak Alami Gangguan Jiwa

Seusai melakukan aksinya, pelaku kembali memakai baju. Dia diduga tidak mengalami gangguan kejiwaan.

"Karena di CCTV yang kita dapat pun dia bugil, bahkan celana dalam pun dia tidak pakai. Kalau kelainan mental dia tidak, dan dia di media sosial pun aktif terus," ujarnya.

Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) karena melakukan pencurian dengan pemberatan. Ancamannya hukuman pidana maksimal selama 7 tahun penjara. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel