Pencuri di Tangerang Manfaatkan Suara Pesawat Terbang saat Beraksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menangkap seorang pelaku pencurian rumah kosong di wilayah Kedaung Wetan, Neglasari, Kota Tangerang. Pelaku BM (22) mengaku beraksi dengan memanfaatkan suara pesawat terbang agar aksinya mendobrak pintu rumah korban tidak terdengar.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, tersangka melakukan pencurian di rumah warga di Kelurahan Kedaung Wetan, Senin (5/9) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Sasaran tersangka adalah rumah kosong. Sejak pukul 07.15 WIB korban N (42) dan suaminya pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit dengan pintu dalam keadaan terkunci. Namun sekitar Pukul 12.39 WIB korban kembali ke rumah dan melihat pintu rumahnya sudah dalam keadaan terbuka," kata Zain, Minggu (18/9).

Setelah menyadari rumahnya telah dimasuki pencuri, korban langsung memeriksa lemari tempatnya biasa menyimpan harta berharga. Uang dan emas senilai Rp17 juta miliknya telah lenyap.

Korban pun melapor ke Polsek Neglasari. Berdasarkan hasil olah TKP, analisa, dan tambahan informasi dari masyarakat, Unit Reskrim berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Menurut pengakuan dari tersangka seusai ditangkap, sebagian uang dan emas hasil curian sudah dibelikan sepeda motor Suzuki Crystal tahun 1992 yang kini telah diamankan bersama barang bukti lain, di antaranya selembar kuitansi pembelian emas, gelang emas, dan sisa uang tunai senilai Rp10.800.000.

Dobrak Pintu saat Pesawat Landing

Kapolsek Neglasari Kompol Putra Pratama menjelaskan bahwa lokasi TKP tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Suara pesawat saat akan landing di runway dimanfaatkan BM untuk mendobrak pintu rumah yang ditinggal kosong pemiliknya. Suara dari aksinya tertutupi suara pesawat.

"Berdasarkan keterangan tersangka, suara pesawat terbang pada saat proses landing digunakan pelaku untuk menyamarkan suara pintu rumah target saat pelaku mendobrak pintu rumah dan menguras harta benda korbannya," terang Putra.

Namun kemudian, saat korban dan tersangka dipertemukan ternyata saling mengenal karena berasal dari kampung yang sama.

"Jadi, saat ini, keluarga tersangka dan korban telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui restoratif justice," ucap Zain.

Zain pun menyampaikan, korban berencana akan mencabut laporan. Namun pihaknya menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu apakah tindak pidana yang terjadi memenuhi syarat formil dan materiil sesuai Perpol 8 tahun 2021 dapat diselesaikan dengan mekanisme restoratif justice. [yan]