Pencuri Ini Hobi Mencuri Kutang  

TEMPO.CO, Makassar - Fahmi, pemuda asal Tegal, Jawa Tengah, diamankan petugas Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Panakkukang karena kasus pencurian di sebuah rumah kos, Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu, 1 Desember 2012, sekitar pukul 01.00 Wita. Bukan barang berharga yang digasak pelaku, melainkan celana dalam dan bra yang sedang dijemur.

Kepala Polsekta Panakkukang, Komisaris Agung Kanigoro Nusantoro, mengatakan, pihaknya masih memeriksa pelaku di ruang penyidik. Masih ditelusuri motif Fahmi mencuri pakaian dalam alias kutang wanita. "Kami masih periksa dulu. Jika terbukti, yang bersangkutan langsung kami tahan," ujarnya, Sabtu, 1 Desember 2012.

Pria yang berprofesi sebagai penjual es di Jalan Hertasning itu bisa dikenakan pasal pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Kronologi kejadian, pelaku memasuki rumah kos di bilangan Jalan Toddopuli, namun tidak sampai ke dalam kamar. Pelaku hanya mengambil sejumlah pakaian dalam wanita yang tergantung di jemuran.

Kutang yang dicuri dimasukkan ke dalam sebuah kantongan yang sudah disiapkan, dan kini menjadi barang bukti. Sial bagi Fahmi, seorang penghuni rumah kos bernama Tari memergokinya. Sontak, Tari berteriak dan mengundang perhatian warga setempat.

Meski sempat kabur, pelaku akhirnya tertangkap dan menjadi sasaran amuk warga yang kesal terhadap kelakuannya. Alhasil, si pencuri kutang pun babak belur dihajar massa. Beruntung, aparat kepolisian yang mendapat laporan kejadian segera terjun ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

Hasil interogasi awal, Fahmi mengakui perbuatannya mencuri sebatas untuk melampiaskan nafsunya. Kutang hasil curian hendak dipakai untuk onani. Keterangan pelaku, dikatakab Agung, masih terus didalami kebenarannya.

TRI YARI KURNIAWAN

Berita Lainnya:

Update Info Bintang Korea Demi Kesenangan

Cara Bintang K-Pop Menjamu Fan

Benitez: Posisi Saya Belum 100 Persen Aman

Bintang Bola Asia Mulai Tinggalkan Tanah Air

Tip Sehat bagi Penderita Obesitas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.