Pencuri Tewas Dikeroyok, Tetangga tak Terima

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG – Ratusan warga desa Margoyoso, kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, menggeruduk Kantor Balai Desa Salaman, Minggu malam (5/8/2012) sekitar pukul 21.00. Massa terlihat membawa tongkat kayu dan sejumlah benda tajam.

Aksi ini dipicu oleh tewasnya seorang warganya akibat dikeroyok di dusun Brengkel, desa Salaman pada sore harinya. Mereka datang ke lokasi dengan menendarai sepeda motor, pick up, dan truk hendak mencari pelaku penganiayaan tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bernama Bima (16), kepergok mengambil dompet berisi uang Rp 25 ribu, di sebuah toko milik warga dusun Brengkel, sekitar pukul tiga sore. Warga setempat yang kesal dengan aksi korban kemudian menangkap dan menghajar pelaku beramai-ramai.

Menurut keterangan beberapa saksi, Bima ditelanjangi, dipukuli dan kemudian diikat di sebuah tiang listrik di perempatan jalan dusun itu. Korban kemudian ditinggalkan begitu saja, terkapar tak berdaya dalam keadaan masih terikat.

Bima baru dibawa ke Puskesmas Salaman oleh petugas dari Kepolisian Sektor Salaman sekitar pukul lima sore dalam keadaan kritis. Pertolongan dari tim medis di puskesmas tak membuahkan hasil. Sekitar pukul 7 malam, Bima pun menghembuskan nafas terakhir.

Pihak Kepolisian Resor Magelang langusng menurunkan ratusan personelnya untuk mengamankan keadaan. Massa terus bertahan di lokasi tersebut dengan tuntutan agar pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diproses secara hukum. Mereka bersikeras akan terus mengerubungi lokasi sampai shubuh sebelum pelaku diamankan.

Kepala Desa Margoyoso, Suroso mengungkapkan, Bima memang sudah beberapakali mencuri. Bahkan, bocah tersebut pernah dimasukkan panti rehabilitasi. Namun begitu, pengeroyokan terhadap Bima menurutnya adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi.

“Memang, korban ini juga salah karena mencuri. Tapi, pengeroyokan itu sangat biadab. Ini yang bikin warga marah,” ujarnya.

Hingga lewat tengah malam, tidak terjadi aksi perusakan maupun kekerasan lainnya oleh massa yang terus berkumpul. Mereka baru membubarkan diri sekitar pukul 01.00, setelah diberikan keterangan oleh Kades Margoyoso dan tokoh agama setempat bahwa para pelaku sudah ditangkap dan kasusnya sedang ditangani Polres Magelang.

Kapolsek Salaman, AKP Supriyono ketika dikonfirmasi enggan banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan bahwa kasus ini masih dalam pemeriksaan. Menurutnya, lima pelaku penganiayaan sudah diamankan di Polres Magelang dan sedang dimintai keterangannya.(*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.