Pendaftaran Calon DPD di Banten Sepi Peminat  

TEMPO.CO, Serang - Pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten sepi peminat. Sejak dibuka pada 9 April 2013 lalu, hingga saat ini tercatat baru empat orang yang mendaftar. Padahal pendaftaran akan ditutup hari ini.

Keempat pendaftar itu adalah Muhsin (Kota Depok), Irysad Djuwaeli (Kabupaten Pandeglang), Ahmad Subadri (Kabupaten Tangerang), dan Rosyid Khaerudin (Kota Cilegon).

Anggota KPU Provinsi Banten, Lukman Hakim, mengatakan, sepinya peminat karena pendaftaran DPD berbarengan dengan calon anggota legislatif. Menurut dia, jumlah anggota DPD yang akan duduk di Senayan hanya empat orang dari setiap provinsi. "Yang akan mewakili DPD dari Provinsi Banten empat orang, dan itu sama berlaku di semua provinsi," katanya, Senin, 22 April 2013.

Lukman mengatakan, untuk bisa mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari Banten, seorang kandidat harus memiliki minimal 3.000 dukungan dari masyarakat yang mewakili empat kabupaten/kota. "Ini penting karena nanti dukungan itu wajib dilampirkan untuk diverifikasi," ujarnya.

Syarat lainnya, berpendidikan minimal SMA sederajat. "Syarat dukungan dan pendidikan sangat penting. Dia tak harus orang Banten, yang penting warga Indonesia," katanya.

Salah satu bakal calon anggota DPD, Ahmad Subadri, mengatakan, dirinya kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI yang merupakan haknya sebagai warga negara. "Saya ingin memaksimalkan kiprah saya di DPD RI. Dan saya ingin memperjuangkan masyarakat Banten melalui APBN dengan memberikan pertimbangan ke DPR," katanya.

WASI'UL ULUM

Topik Terpopuler:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya | Prahara Demokrat

Berita Terhangat:

Inilah Formatur Baru Partai Demokrat

Tersangka Bom Boston Ngetwit Setelah Ledakan

Menteri Keuangan Diberhentikan Saat Bertugas di AS

Polisi Militer Periksa Pelaku Insiden Kantor PDIP

Erik Meijer Dinilai Tidak Pantas Jadi Direksi Garuda

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.