Pendaftaran PPG Prajabatan dibuka hingga 26 September 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan hingga 26 September 2022.

“Bagi yang sudah lulus sarjana dan memiliki keinginan dan semangat menjadi guru, maka dapat mengikuti PPG Prajabatan yang dimulai pada 26 Agustus 2022 hingga 26 September 2022,” ujar Pelaksana Tugas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Nunuk Suryani, di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan PPG Prajabatan merupakan kesempatan yang baik bagi mereka untuk berkontribusi langsung pada kemajuan pendidikan Indonesia.

Lulusan PPG Prajabatan tersebut, lanjut dia, memiliki berbagai keunggulan, di antaranya sertifikat pendidik dan akan mendapat penempatan sebagai ASN.

Baca juga: Kemendikbudristek buka seleksi PPG Prajabatan 2022

Terdapat 18 program studi yang dibuka, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Ekonomi, Fisika, IPA, IPS, Kimia, Matematika, PGSD, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Pendidikan Luar BIasa.

Selain itu, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Bimbingan Konseling, dan Seni Budaya.

Untuk dapat mengikuti seleksi PPG Prajabatan tersebut, katanya, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan pendaftaran, di antaranya WNI, tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah di Dapodik, berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.

Selain itu, memiliki kualifikasi akademik sarjana atau diploma empat, memiliki IPK paling rendah 3.00, memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani, memiliki surat keterangan berkelakuan baik, memiliki surat keterangan bebas narkoba, menandatangani pakta integritas, dan mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, serta tes wawancara. Pendaftaran dapat dilakukan melalui https://ppg-prajab.simpkb.id/pendaftaran.

Baca juga: Rekrutmen PPG Prajabatan hadirkan pendidik generasi baru
Baca juga: Kemendikbud: Profesionalisme seorang guru adalah keharusan
Baca juga: Guru-guru didorong saling berbagi untuk mampu menginspirasi