Pendaftaran Vaksinasi COVID-19 pada Lansia Bisa Dilakukan di Website Kemenkes dan KPCPEN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi COVID-19 tahap kedua dengan target lanjut usia (lansia) dilakukan dengan dua mekanisme pendaftaran.

1. Pendaftaran vaksinasi melalui website Kemenkes dan KPCPEN

Menurut Nadia, vaksinasi untuk lansia akan segera dimulai minggu depan. Peserta di atas 60 tahun akan disediakan link untuk bisa mendaftar di website Kemkes.go.id dan covid19.go.id.

"Linknya diklik dan didalamnya akan terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi," kata Nadia dalam temu media daring, Jumat (19/2/2021).

Menurut Nadia, bila lansia kesulitan untuk mengisi formulir tersebut, maka ia bisa meminta anggota keluarga untuk mengisi atau pun bisa memnya bantuan ketua RT/RW setempat.

"Pastikan data yang diisi benar. Kami pastikan data bapak ibu dijamin aman tersimpan di Dinas Kesehatan Provinsi dimana peserta tinggal," ujarnya.

Jika peserta sudah mengisi beberapa pertanyaan yang diajukan di website, maka peserta diminta untuk menunggu karena petugas akan mengatur waktu dan tempat vaksinasi.

2. Vaksinasi Massal

Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac untuk disuntikkan kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac untuk disuntikkan kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi di RSCM di Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan secara resmi memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun pada hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Mekanisme vaksinasi massal oleh organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes baik setingkat provinsi atau kab/kota. contohnya: pensiunan, pensiunan ASN, Akabri, persatuan purnawirawan, dan juga organisasi keagamaan, ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya bisa mengajukan vaksinasi masal.

Nantinya, vaksinasi masal ini akan diselenggaran di fasilitas kesehatan masyarakat, puskesmas, klinik pemerintah dan swasta yang bekerjasama dengan pemerintah.

"Proses vaksinasi di fasyankes ataupun vaksinasi masal yang bekerjasama organisasi/institusi lainnya harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Peserta harus menggunakan masker, tidak boleh adanya kerumunan, dan dipastikan tenaga vaksinator telah mendapatkan pelatihan," kata Nadia.

Nadia juga menyampaikan, untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), maka peserta akan diberikan kontak person perwakilan KIPI yang berasal dari kab/kota tersebut, tentunya juga akan dihubungan oleh panitia penyelenggara atau Fasyankes.

Bagaimana pun, lanjut Nadia, meskipun vaksinasi telah dilakukan maka semua orang tetap harus menjalankan protokol kesehatan (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak).

"Kemungkinan terinfeksi virus tetap ada namun untuk menderita gejala parah akan semakin kecil dengan vaksin COVID-19. Namun untuk mencegah penularan protokol kesehatan tetap harus dilakukan," pungkasnya.

Infografis Vaksin Sinovac Boleh Digunakan dan Halal.

Infografis Vaksin Sinovac Boleh Digunakan dan Halal. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Vaksin Sinovac Boleh Digunakan dan Halal. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini: