Pendaki Gunung Lompobattang yang Jatuh ke Jurang Belum Ditemukan

Agus Rahmat, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Minggu pagi 14 Maret 2021 ini, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Fahrul, seorang pendaki gunung yang jatuh di jurang Pasar Anjaya di Gunung Lompobattang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi, mengaku pihaknya masih mengalami kendala dalam proses melakukan evakuasi pada korban. Mengingat kondisi di lapangan cukup berbahaya dan lumayan terjal.

"Kendala yang dihadapi oleh tim SAR gabungan, selain cuaca juga medan yang cukup terjal. Semoga proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan diadakan dengan hati-hati, karena keselamatan tim SAR juga termasuk yang utama," kata Djunaidi.

Baca juga: Hikmadnya Hari Raya Nyepi di Pulau Seribu Masjid

Dia memastikan tim SAR gabungan telah bergerak menuju ke lokasi jatuhnya korban. Untuk mencapai tempat tersebut, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

Djunaidi menyampaikan, dalam misi pencarian dan pertolongan ini ada penambahan personel dari potensi SAR untuk membantu jalannya evakuasi.

"Saat ini tim SAR gabungan telah bertambah dengan beberapa potensi SAR. Rencananya akan menyusul tim yang telah lebih dahulu berangkat. Personel tambahan ini akan membantu saat proses evakuasi turun," jelasnya.

Korban Fahrul atau Allung, dilaporkan jatuh di kawasan jurang Pasar Anjaya, sebutan para pendaki. Lokasinya terletak di antara Gunung Lompobattang dan Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

Korban bersama lima rekannya tengah melakukan pendakian dengan cara melintas pada Rabu pagi hari lalu. Mereka akan berangkat menuju Gunung Lompobattang melalui jalur Bulu Baria.

Informasi jatuhnya pendaki itu awalnya masuk di grup percakapan WhatsApp media Basarnas Makassar. Sebuah screenshoot percakapan yang diduga dari teman korban, mengabarkan kepada rekannya yang lain lewat sebuah grup WA atas insiden yang dialami Fahrul pada Jumat malam lalu itu.