Pendaki Univ Brawijaya Hilang di Gunung Semeru

Laporan Wartawan Surya, Eko Nurcahyo

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Semester III Universitas Brawijaya (UB) yang mendaki Gunung Semeru, M Firah Awaluddin Ikbal (20), tersesat saat turun dari pendakian, Selasa (30/10/2012). Hingga berita ini diturunkan, Ikbal belum ditemukan.

Informasinya, sebanyak 20 pendaki dari UB mendaki Gunung Semeru bersama-sama untuk memeringati Sumpah Pemuda. Namun, yang mendaki ke puncak hanya 19 orang karena seorang temannya, Atok, menderita sakit. Saat turun dari puncak, salah satu pendaki hilang ketika sampai di Cemoro Tunggal.

Mengetahui seorang temannya hilang, 18 pendaki langsung melapor ke petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Para pendaki dari UB itu sudah berupaya mencari Ikbal yang tinggal di Dusun Demang Jaya, Krebet, Kabupaten Malang itu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, SAR, Polisi dan TNI terus berkoordinasi untuk mencari Ikbal.

Ketua Pengamat Gunung Semeru di Gunung Sawur, Suparno, membenarkan kejadian ini setelah dapat telepon dari pihak Rektorat UB dan TNBTS. Dia mendapat telepon dari UB menanyakan pendaki yang tersesat pukul 19.00. “Versi UB yang mendaki 20 orang,” kata Suparno. Ditambahkan Suparno, informasinya seorang pendaki diketahui hilang setelah sampai di Cemoro Tunggal.  

Hendro Wahyono, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPPD Lumajang mengatakan, tim baru akan bergerak mencari pendaki yang hilang, Rabu (31/10/2012) pagi. Ini dilakukan karena mereka baru mendapat kabar pada malam hari, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.