Pendanaan Lewat Security Crowdfunding di Bali dan Nusa Tenggara Capai Rp 11 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah dana yang dihimpun lewat layanan Urun Dana Berbasis Teknologi atau dikenal dengan Security Crowdfunding (SCF) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp 11,8 miliar per 31 Mei 2021. Jumlah penerbit SCF tercatat mencapai 5 penerbit.

"Sementara itu, kalau dari sisi pengguna terdapat 2.747 pengguna," ujar Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto, dalam Webinar bertajuk Securities Crowdfunding Sebagai Alternatif Pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (8/6/2021).

Jumlah penerbit maupun pengguna SCF di kedua wilayah yang tersohor akan sektor pariwisata tersebut akan terus meningkat kedepannya. Menyusul telah ditetapkan POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Umum Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi Securities Crowfunding sebagai pengganti POJK Nomor 37 tahun 2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi atau sering disebut Equity Crowdfunding/ECF.

"Di mana sebelumnya alternatif pendanaan melalui Equity Crowdfunding hanya berupa penerbitan saham. Sedangkan melalui Securities Crowfunding ini alternatif pendanaan bagi UMKM lebih bervariasi. Yaitu selain dapat menerbitkan saham dimungkinkan juga menerbitkan surat utang atau sukuk," terangnya.

Dengan banyaknya alternatif tersebut, dia meyakini SCF mampu mengembangkan bisnis UMKM di tengah pandemi Covid-19."Bahkan, ekspansi untuk menambah cabang baru, mengembangkan produk baru, maupun untuk mendapatkan proyek-proyek tertentu," serunya.

Maka dari itu, OJK terus mengakselerasi pengembangan infrastruktur SCF dengan mengadopsi teknologi terkini. Dengan harapan, akan memberikan kemudahan bagi calon emiten dan investor.

"Melalui layanan urun dana ini memberikan kesempatan UMKM menawarkan efeknya sebagai penerbit secara langsung sebagai pemodal melalui jaringan elektronik yang bersifat terbuka untuk menjembatani adanya gap pembiayaan UMKM dengan investor melalui sumber pendanaan berbasis teknologi informasi ini," tutupnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BEI-OJK Kenalkan Alternatif Pembiayaan Melalui Pasar Modal bagi UMKM

Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya memasyarakatkan pasar modal kepada pelaku usaha dan investor untuk berinvestasi di pasar modal lewat securitiy crowdfunding.

Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggenjot edukasi dan sosialisasi layanan urun dana berbasis teknologi atau disebut securities crowdfunding/SCF. Salah satunya di Sulawesi Utara.

Sosialisasi dan edukasi SCF ini untuk membantu permodalan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut).

“BEI bersama OJK Sulutgomalut (Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara) turut mensosialisasikan Securities Crowd Funding dan Acceleration Board untuk bisa membantu UKM di Sulut dari segi alternatif permodalan,” ujar Kepala BEI Sulut Mario Iroth, seperti dilansir dari Antara, ditulis Minggu (17/1/2021).

Mario menuturkan, dengan edukasi dan sosialisasi SCF ini diharapkan memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah dan murah bagi generasi muda dan UMKM yang belum terjangkau bank (bankable).

Kepala OJK Sulutgomalut Darwiman menuturkan, security crowfunding akan menyediakan pendanaan bagi UMKM penyedia barang dan jasa pemerintah yang potensinya cukup besar. Keberadaan instrumen ini juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif portofolio investasi investor muda.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: