Pendanaan Pensiun PNS Terlalu Berat: Pemerintah Kaji Sistem Baru

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

 

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah masih akan mengkaji sistem pendanaan pensiun pegawai negeri sipil yang dianggap terlalu membebani negara, melalui mekanisme fully funded dan pay us you go.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar mengatakan akan mengkaji sistem dana pensiun melalui mekanisme iuran pegawai saat dia masih aktif sebagai PNS, dana itulah yang akan digunakan nanti sebagai iuran awal pensiun tanpa ada subsidi pemerintah.

"Jadi pemerintah tidak menanggung beban anggaran besar untuk dana pensiun," katanya usai membuka acara seminar grand design pensiun di Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Menurutnya dari gaji pokok tersebut pegawai akan dipotong 10% yaitu 2% untuk askes, 2,35% untuk tunjangan hari tua, 45% untuk program pensiun sebagai iuran untuk dana mereka pensiun nanti.

Namun, ia masih belum bisa memastikan kapan skema ini diterapkan. "Dalam waktu dekat dan jangan lama sekali, tahun ini juga, tahun depan kita harus buat roadmap langkah-langkahnya," kata dia.

Sedangkan skema lain yaitu sistem pay us you go, pegawai juga melakukan potongan dari gaji mereka untuk dana pensiun dengan besaran yang ditentukan, namun pada saatnya nanti pensiun pemerintah juga memberikan dana anggaran.

Sementara, Direktur PT Taspen, Agus Haryanto menyatakan kebijakan ini nanti akan diberlakukan seluruh pegawai dan pejabat negara. "Iya, semua PNS dan pejabat negara, daerah. Pejabat negara itu termasuk menteri presiden bupati walikota gubernur, tapi ini masih dikaji," ujarnya. [ast] 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...