Pendapatan Disney lampaui proyeksi jelang peluncuran streaming

Oleh AFP

Walt Disney Co Kamis melaporkan keuangan triwulanan yang lebih baik dari perkiraan yang dipicu oleh rilis film-film terlaris "Aladdin" dan "The Lion King" yang siap tayang pada layanan televisi streaming barunya.

Laba Disney pada triwulan ketiga ini adalah 1,05 miliar dolar AS, turun dari 2,3 miliar dolar AS setahun lalu, tetapi pendapatan tumbuh 34 persen menjadi 19,1 miliar dolar AS.

Terpangkasnya laba ini terjadi pada saat Disney menyerap pengusahaan film dan operasi televisi 21st Century Fox serta karena bersiap meluncurkan layanan streaming Disney+ yang bertujuan untuk menyaingi Netflix dan lainnya secara global.

"Kami menghabiskan beberapa tahun terakhir hanya demi mengubah Walt Disney Company agar fokus kepada sumber daya dan kreativitas dahsyat di seluruh lini perusahaan dalam memberikan pengalaman langsung kepada konsumen yang luar biasa," kata kepala eksekutif Disney Robert Iger.

"Kami gembira sekali meluncurkan Disney+ pada 12 November."

Iger mengatakan perusahaannya sepakat memberikan layanan streaming ini dalam platform Fire TV Amazon yang merupakan perjanjian distribusi terbaru Disney+.

Saham Disney naik lebih dari lima persen pada penutupan perdagangan setelah rilis laporan keuangan triwulanan itu.

Pendapatan pada triwulan terakhir didorong oleh kenaikan 52 persen pada operasi studio Disney yang dipicu oleh film-film terlaris "The Lion King," "Toy Story 4" dan "Aladdin".

Raksasa hiburan itu mengharapkan pendapatan triwulan ini bakal didorong oleh rilis sekuel "Frozen" mendatang dan instal terakhir dari saga film "Star Wars".

Disney telah menjadi pemain terbesar Hollywood setelah mengakuisisi aset studio dan televisi 21st Century Fox milik Rupert Murdoch.

Namun pendapatan dari operasi kabel dan penyiarannya serta divisi taman hiburan lebih kecil dari periode sebelumnya.

Iger tak akan mengungkapkan rincian pra-penjualan langganan Disney+, tetapi harga langgan sebesar 6,99 dolar AS per bulan disebut-sebut telah menjawab "antusiasme besar" dari konsumen.

Layanan streaming online Disney+ akan melakukan debutnya di Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda sebelum secara bertahap diperluas ke Eropa dan kemudian seluruh dunia.

Apple minggu lalu meluncurkan layanan televisi streaming yang menampilkan tayangan-tayangan yang dibintangi selebriti terkenal, yang bertujuan memenangkan hati pecinta gadget di rumah dan saat bepergian.

Layanan streaming on-demand Apple TV+ diluncurkan di lebih dari 100 negara dengan harga 4,99 dolar AS per bulan.

Sedangkan Netflix menganggarkan 15 miliar dolar AS tahun ini untuk pertunjukan asli, di atas miliaran yang dicurahkan perusahaan ini untuk produksi eksklusif dalam beberapa tahun terakhir.