Pendapatan Freeport Capai USD 7,5 Miliar di 2021, Jokowi: Angkanya Besar Banget

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninjau kegiatan pertambangan menggunakan teknologi 5G milik PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua.

Saat bersilaturahmi dengan karyawan PT Freeport Indonesia, Jokowi mengaku gembira karena pendapatan operator tambang emas raksasa, yang mayoritas sahamnya dimiliki Indonesia itu, mencapai USD 7,5 miliar pada 2021.

"Ini juga angka yang gede banget, dan kita harapkan dengan telah masuknya ‘5G Mining’, ini yang mau saya lihat, seperti apa sih me-manage sebuah tambang dengan 5G system. Saya mau lihat besok," ucapnya Jokowi dikutip dari Antara, Rabu (31/8).

Teknologi '5G Mining' atau pertambangan 5G merupakan konsep untuk mengoptimalkan pertambangan dengan menggunakan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things, learning machine, hingga big data. Kegiatan pertambangan ini dilakukan melalui teknologi canggih yang dikendalikan dari jarak jauh, salah satunya menggunakan 5G smart drone monitoring.

Lebih lanjut, Jokowi mengapresiasi kontribusi signifikan Freeport yang mencapai 68 persen bagi perekonomian Kabupaten Mimika. Dengan kontribusi itu, Freeport juga memberikan sumbangsih yang besar bagi perekonomian di Tanah Papua.

Pesan Jokowi ke Tony Wenas

Karena itu, Jokowi berpesan kepada Presiden Direktur Freeport Tony Wenas agar mengelola Freeport dengan baik dan hati-hati.

"Ini agar betul-betul hati-hati karena menyangkut tidak hanya yang ada di Freeport, tetapi juga yang ada di Mimika dan Provinsi Papua. Begitu di sini turun, Papua ikut turun, Mimika ikut turun. Karena setelah saya cek angkanya kontribusinya sangat besar sekali," katanya.

Presiden Komisaris Freeport Richard Adkerson dalam kesempatan yang sama, kembali mengenang kesepakatan penting pada 2018 ketika pemerintah Indonesia melalui BUMN Inalum mengambil alih mayoritas saham Freeport Indonesia menjadi 51,2 persen, dari sebelumnya 9,36 persen.

"Terakhir kali kita bertemu pada Desember 2018, itu tonggak antara Freeport dan Indonesia, menghasilkan win-win solution antara para pemangku kepentingan," katanya. [idr]