Pendapatan Nihil, Rivian Tetap Jadi Produsen Mobil Paling Berharga Ketiga di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York - Rivian Otomotive, perusahaan rintisan berusia 12 tahun tanpa pendapatan kini menjelma sebagai perusahaan paling berharga ketiga di dunia.

Produsen kendaraan listrik ini resmi menggelar penawaran umum pertana atau initial public offering (IPO). Kini harga saham Rivian meningkat lebih dari dua kali lipat sejak penawaran perdana pada minggu lalu.

Kapitalisasi pasar Rivian sentuh USD 140 miliar atau setara Rp 1.994,4 trilun (estimasi kurs Rp 14.246 per dolar AS). Otomatis mengukuhkan posisi Rivian tepat di depan Volkswagen dengan total USD 139 miliar atau setara Rp 1.980,2 triliun.

Sementara posisi pertama dan kedua berturut-turut adalah Tesla dan Toyota. Yang mana kapitalisasi perusahaan Elon Musk mencapai USD 1 triliun atau Rp 14.246,4 triliun. Sedangkan Toyota berada USD 306 miliar, setara Rp 4.359,3 triliun.

Pada Selasa, 16 November 2021 saham Rivian dibuka dengan kenaikan 6 persen lebih tinggi di posisi USD 159 setara Rp 2,2 juta per saham. Nominal ini dua kali lipat dengan harga saham saat penawaran perdana yakni USD 78 (atau Rp 1,1 juta).

Dua bulan lalu Rivian baru mengirim truk pertamanya yang sebagian besar adalah untuk karyawan perusahaan, menurut pengarsipan SEC. Ternyata hal ini menarik minat para investor kolongmerat. Rivian juga memperoleh sokongan besar dari Amazon dan Ford atas pembelian 20 persen saham pada 2019.

Jeff Bezos merupakan penggemar berat Rivian. Terbukti saat mengantar sesama penjelajah ruang angkasa dari dan menuju lokasi peluncuran West Texas Blue Origin menggunakan truk buatan Rivian.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

EV Jadi Kendaraan Masa Depan

Mobil listrik Toyota yang dipamerkan pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/11/2021). Para produsen otomotif berlomba menampilkan ragam mobil listrik untuk disajikan kepada para pelanggan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Mobil listrik Toyota yang dipamerkan pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/11/2021). Para produsen otomotif berlomba menampilkan ragam mobil listrik untuk disajikan kepada para pelanggan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tren kendaraan listrik bukanlah sesuatu hal baru. Beberapa analis dan CEO Tesla Elon Musk berpendapat harga yang dipatok Tesla terlalu tinggi.

Meskipun begitu, pergerakan saham Tesla selalu menghijau imbas sentimen wall street yang memprediksikan masifnya penggunaan kendaraan listrik di masa depan.

Hal itu tertuang dalam rencana infrastruktur Presiden Joe Biden dan telah resmi menjadi undang-undang pada Senin, 15 November 2021.

Pimpinan AS pun mengeluarkan dana senilai USD 1,2 triliun yang mana sekitar USD 7,5 miliar dialokasikan untuk membangun jaringan nasional pengisi daya kendaraan listrik plug-in.

Investor yang melewatkan Tesla satu dekade lalu tidak ingin melewatkan pelopor EV potensial lainnya. Rivian pun menawarkan keunggulan lainnya atas Tesla di pasar AS. Saham Rivian visa menjadi alternatif untuk sebagian invesor non-Tesla atau bahkan anti-Tesla.

Produk utama Rivian beda dari EV biasa, ini adalah truk pikap. Kendaraan jenis ini penting di pasar AS. Lantaran kendaraan pikap masuk ke dalam tiga jenis kendaraan paling populer di AS adalah Ford F-150, Chevy Silverado dan Ram, menurut penelitian Edmunds.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel