Pendapatan PGAS Turun pada 2020, Bagaimana Prospek Sahamnya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang 2020, pendapatan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mengalami turun hingga 25,02 persen. Bila 2019 angka yang mampu dicapai USD 3,84 miliar, tahun lalu hanya USD 2,88 miliar.

Melihat hal ini, analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji mengakui adanya penurunan saham PGAS beberapa waktu terakhir.

"Kalau kita lihat pergerakan harga PGAS mengalami pelemahan ya. Hal ini tak terlepas dari dampak penurunan pendapatan sepanjang tahun 2020," ujar dia kepada Liputan6.com, Rabu (14/4/2021).

Nafan menyebut, PGAS membutuhkan stimulus positif untuk bisa meningkatan pergerakan sahamnya beberapa waktu ke depan, salah sarunya potensi recovery dari sisi demand.

"Selain itu, mungkin juga peningkatan distribusi gas. Sebelumnya mungkin ada penurunan demand karena adanya kebijakan PSBB, saat ini beberapa wilayah sudah tak melakukan itu, ini bisa meningkatkan sisi fundamental PGAS," ujarnya.

Terkait investasi, Nafan menyebut PGAS masih layak dilirik investor untuk jangka panjang."Tapi untuk investasi jangka panjang menurut saya masih memungkinkan mengalami perbaikan," tuturnya.

Beban pokok pendapatan PGAS mengalami penyusutan 22,51 persen dari USD 2,62 miliar pada 2019 menjadi USD 2,03 miliar pada 2020.

Dengan demikian, laba bruto turun 30,38 persen.Perseroan mencatat laba bruto sebesar USD 854,41 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,22 miliar. Demikian mengutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, 10 April 2021.

Perseroan mampu menekan sejumlah beban sepanjang 2020. Beban niaga dan infrastruktur sebesar USD 351,93 juta. Realisasi beban niaga ini turun dari periode 2019 sebesar USD 439,14 juta. Beban umum dan administrasi tercatat USD 176,57 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 269,78 juta.

Gerak Saham PGAS

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 13 April 2021, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN turun 4,07 persen ke posisi Rp 1.180 per saham. Saham PGAS melemah 20 poin ke posisi Rp 1.210 per saham.

Saham PGAS berada di kisaran Rp 1.210-1.145 pada Selasa pekan ini. Total frekuensi perdagangan saham 20.217 kali dengan nilai transaksi Rp 232,6 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini