Pendapatan Ramayana Merosot 46,41 Persen pada Kuartal I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatat pendapatan turun dan rugi selama tiga bulan pertama 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (2/5/2021), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membukukan pendapatan Rp 490,94 miliar pada kuartal I 2021. Realisasi pendapatan tersebut merosot 46,41 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 916,13 miliar.

Kontribusi pendapatan perseroan dari penjualan barang beli putus turun 48,20 persen dari Rp 768,26 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 397,89 miliar pada kuartal I 2021. Komisi penjualan konsinyasi turun 89,84 persen menjadi Rp 93,04 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 147,87 miliar.

Beban pokok penjualan barang beli putus susut 48,93 persen menjadi Rp 277,06 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 542,51 miliar. Hal itu membuat laba bruto merosot 42,75 persen menjadi Rp 213,88 miliar pada kuartal I 2021 dari kuartal I 2020 sebesar Rp 373,61 miliar.

Perseroan mencatat beban umum dan administrasi turun dari Rp 415,11 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 302,77 miliar pada kuartal I 2021. Pendapatan lainnya turun dari Rp 31,45 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 10,59 miliar pada kuartal I 2021. Perseroan mencatat rugi usaha melonjak menjadi Rp 93,74 miliar pada kuartal I 2021. Realisasi rugi usaha itu naik 928,05 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,11 miliar.

Pendapatan keuangan turun dari Rp 43,43 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 22,40 miliar pada kuartal I 2021. Di sisi lain, biaya keuangan turun dari Rp 12,32 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 8,10 miliar pada kuartal I 2021.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mencatat rugi tahun berjalan Rp 85,66 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya untung Rp 13,29 miliar. Perseroan mencatat rugi per saham Rp 12,71 dari periode kuartal I 2020 untung Rp 1,97.

Total Liabilitas

Warga melintasi gerai Ramayana yang tutup di City Plaza Depok, Rabu (8/4/2020). Ramayana Departement Store menutup operasionalnya di City Plaza Depok, dimana 87 karyawan terkena PHK lantaran wabah virus corona telah menyebabkan omzet penjualan menurun. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Warga melintasi gerai Ramayana yang tutup di City Plaza Depok, Rabu (8/4/2020). Ramayana Departement Store menutup operasionalnya di City Plaza Depok, dimana 87 karyawan terkena PHK lantaran wabah virus corona telah menyebabkan omzet penjualan menurun. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Total liabilitas turun menjadi Rp 1,51 triliun pada 31 Maret 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,56 triliun. Total ekutias turun menjadi Rp 3,63 triliun pada kuartal I 2021.

Total aset tercatat Rp 5,14 triliun pada 31 Maret 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 5,28 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp sebesar Rp 1,06 triliun pada 31 Maret 2021.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 30 April 2021, saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) turun 2,52 persen menjadi Rp 775 per saham.

Saham RALS naik lima poin ke posisi Rp 800 per saham. Saham RALS bergerak di kisaran Rp 775-Rp 805 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.128 kali dengan nilai transaksi Rp 15,4 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini