Pendapatan XL Axiata selama 9 Bulan Pertama 2020 Capai Rp 19,66 Triliun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata melalui periode sembilan bulan pertama 2020 (9M) dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja positif. Hal ini dibuktikan dengan total pendapatan sebesar Rp 19,66 Triliun, naik 5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Meski industri sedang cukup berat, XL Axiata berhasil meningkatkan pendapatan layanan sebesar Rp 18,3 triliun, naik 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Layanan data juga masih menjadi tulang punggung pendapatan XL Axiata dengan kontribusi sebesar 92 persen atau setara Rp 16,77 T. Pendapatan dari layanan data naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, pandemi berdampak pada daya beli masyarakat dan hal ini dirasakan oleh semua operator.

"Turunnya daya beli masyarakat ternyata tidak menurunkan intensitas kompetisi di industri. Semua operator justru berlomba menawarkan berbagai produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus sesuai kemampuan beli masyarakat," kata Dian, dalam keterangan XL Axiata, Kamis (5/11/2020).

Salah satu pendorong kinerja XL Axiata adalah produk yang lebih terjangkau dan bonus yang banyak. Tak hanya mendorong penjualan, perusahaan juga melakukan efisiensi di semua lini bisnis.

"Hasilnya kami masih mampu meraih pertumbuhan di periode sembilan bulan tahun ini," tutur Dian.

Sepanjang 9M 2020, XL Axiata meraih EBITDA sebesar Rp 9,9 triliun, meningkat 34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan mencatatkan laba bersih Rp 2,1 triliun. Sementara laba bersih pada kuartal ketiga 2020 tercatat sebesar Rp 331 miliar.

Selain itu, beban usaha sepanjang 9M 2020 pun menurun 14 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Ada beberapa faktor yang membuat beban usaha turun, salah satunya beban infrastruktur yang lebih rendah 28 persen akibat penggunaan IFRS16.

Beban usaha juga berkurang karena biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya turun 24 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini terutama karena interkoneksi yang lebih rendah, sebagai dampak dari turunnya trafik layanan suara.

Faktor terakhir adalah karena biaya pemasaran turun 6 persen dibanding tahun lalu, karena banyaknya promosi di saluran digital.

Trafik Data Naik Hampir 2 Kali Lipat

Presdir sekaligus CEO XL Axiata Dian Siswarini (Foto: XL Axiata)
Presdir sekaligus CEO XL Axiata Dian Siswarini (Foto: XL Axiata)

XL Axiata juga mencatatkan peningkatan trafik data hingga 47 persen (dari 2.386 Petabyte menjadi 3.496 Petabyte) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika dihitung per kuartal, kuartal ketiga 2020 ini trafik data meningkat 4 persen dibandingkan kuartal lalu. Peningkatan trafik data didukung oleh bertambahnya jumlah pelanggan menjadi 56,9 juta, naik dari kuartal lalu yang sebanyak 55,7 juta.

Meningkatnya trafik data juga tidak terlepas dari penetrasi smartphone pelanggan yang meningkat tipis dari 87 persen di kuartal 2 menjadi 88 persen pada kuartal 3 2020.

Selain itu rerata pendapatan per pelanggan (ARPU) pun naik dari Rp 34 ribu menjadi Rp 36 ribu pada tahun ini.

XL Axiata juga menghadirkan sejumlah layanan baru seperti Fitur Xtra Unlimited Turbo dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan prabayar XL, paket Edupack untuk pelanggan Axis, dan myPrio x unlimited untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Perusahaan juga memanfaatkan teknologi digital IT, artificial intelligence, dan data analytics untuk mengidentifikasi kebutuhan tiap segmen pelanggan atas layanan komunikasi data. Hal ini mendorong perusahaan mengambil keputusan lebih tepat dalam pembuatan produk baru sesuai dengan karakter pengguna.

Bangun Jaringan

Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)
Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)

Dalam kondisi pandemi, XL Axiata juga terus membangun jaringan. Akhir September 2020, XL Axiata telah memiliki lebih dari 142 ribu BTS, meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari total tersebut, 53.055 merupakan BTS 4G dengan cakupan 458 kota/kabupaten di hampir semua provinsi.

XL Axiata juga melanjutkan proses fiberisasi jaringan untuk meningkatkan kualitas jaringan di sejumlah area. Dengan kapasitas lebih besar, pengalaman live streaming video pelanggan pun bisa ditingkatkan.

Salah satu yang meningkatkan saldo kas adalah penjualan menara. Di mana, free cash flow XL Axiata kini ada di posisi Rp 4,8 triliun, meningkat 162 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

XL Axiata juga mencatat, tidak memiliki pinjaman dalam USD, 59 persen di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo tidak bersamaan.

(Tin/Why)