Pendapatan XL Axiata Turun 3,84 Persen pada Kuartal I 2021

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kinerja pendapatan dan laba turun sepanjang kuartal I 2021. Akan tetapi, perseroan mempertahankan tingkat profitabilitas dengan membukukan marjin ebitda (earning before interest, tax, depreciation and amortization) sebesar 50 persen.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (27/4/2021), PT XL Axiata Tbk membukukan pendapatan Rp 6,24 triliun pada tiga bulan pertama 2021. Realisasi pendapatan itu merosot 3,84 persen dari periode 2019 sebesar Rp 6,49 triliun.

Pendapatan perseroan dari data naik menjadi Rp 5,21 triliun pada kuartal I 2021 dibandingkan periode kuartal I 2020 sebesar Rp 5,20 triliun.

Perseroan alami penurunan pendapatan dari non data menjadi Rp 574,29 miliar pada kuartal I 2021 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 803,84 miliar. Dari sewa menara turun dari Rp 67,29 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 12,52 miliar pada kuartal I 2021.

Pendapatan dari jasa telekomunikasi lainnya meningkat dari Rp 123,12 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 238,66 miliar pada kuartal I 2021.

Pada kuartal I 2021, PT XL Axiata Tbk mencatat peningkatan kontribusi pendapatan terhadap pendapatan layanan meningkat menjadi 94 persen dengan penetrasi ponsel pintar menjadi 90 persen. Angka tersebut tertinggi di industri.

Perseroan mencatat jumlah pelanggan pra bayar sebanyak 54,83 juta pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya 54,34 juta. Pelanggan pascabayar sebanyak 1,18 juta pada tiga bulan pertama 2021, angka ini naik dari periode sama tahun sebelumnya 1,15 juta.

Trafik data meningkat 40 persen sepanjang kuartal I 2021 dari 997 petabyte menjadi 1.391 petabyte. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, trafik data meningkat satu persen. Trafik data tetap meningkat meski total jumlah pelanggan naik tipis.

Beban operasional XL Axiata pada kuartal I 2021 menurun sebesar enam persen year on year (YoY). Hal ini didorong oleh berkurangnya interkoneksi dan beban langsung lainnya -28 persen YoY, terutama karena interkoneksi yang lebih rendah akibat dari penurunan lalu lintas layanan legacy (sms dan voice).

Biaya tenaga kerja menurun -23 persen YoY karena revisi provisi remunerasi dan biaya infrastruktur juga turun 11 persen YoY karena sewa menara yang lebih rendah.

Tercatat beban infrastruktur sebesar Rp 1,97 triliun selama tiga bulan pertama 2021 dibandingkan kuartal I 2020 sebesar Rp 2,03 triliun.

Sementara itu, beban biaya pemasaran meningkat 16 persen YoY karena ada peningkatan biaya komisi. Beban biaya pemasaran mencapai Rp 525,13 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 452,67 miliar.

Perseroan pun mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 320,51 miliar. Realisasi laba itu merosot 78,91 persen pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,51 triliun.

Total Liabilitas

Dok: XL Axiata
Dok: XL Axiata

Total liabilitas jangka pendek perseroan naik dari Rp 18,85 triliun pada 31 Desember 2020 menjadi Rp 19,29 triliun pada kuartal I 2021.

Sementara itu, total liabilitas jangka panjang turun dari Rp 29,75 triliun pada 31 Desember 2020 menjadi Rp 27,17 triliun pada kuartal I 2021.

"PT XL Axiata Tbk menyatakan saat ini tidak memiliki pinjaman dalam denominasi dolar AS. Sebesar 66 persen dari pinjaman di antaranya berbunga floating dan pembayarannya terkelola hingga dua tahun ke depan,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarni dalam keterangan tertulis.

Total ekuitas tercatat Rp 19,46 triliun pada kuartal I 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 19,13 triliun. Total liabilitas dan ekuitas turun menjadi Rp 65,93 triliun pada kuartal I 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 67,74 triliun.Perseroan kantongi kas Rp 1,51 triliun pada 31 Maret 2021.

Dia menuturkan, PT XL Axiata Tbk tetap mampu tumbuh positif meski kompetisi industri telekomunikasi terus berlangsung ketat serta daya beli masyarakat yang belum pulih akibat pandemi COVID-19.

"Kami tetap mampu menjaga profitabilitas perusahaan dengan terus fokus mengimplementasikan Operational Excellence dan digitalisasi di berbagai lini,” kata dia.

Ia menambahkan, upaya peningkatkan efisiensi bisnis terus diupayakan. Di sisi lain juga meluncurkan produk-produk yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data analytics sehingga upaya upselling melalui saluran penjualan omni channel bisa dilakukan dengan tepat.

Saham PT XL Axiata Tbk turun 0,49 persen menjadi Rp 2.020 per saham pada perdagangan Selasa, 27 April 2021. Saham PT XL Axiata Tbk bergerak di kisaran Rp 2.060-Rp 2.020 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.612 kali dengan nilai transaksi Rp 25,1 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini