Pendekar Indonesia: Perjuangan bangsa punya makna yang dalam

Sukarelawan Pendekar Indonesia menyampaikan perjuangan bangsa memiliki makna yang dalam, tidak hanya sekadar tentang mempertahankan negara.

"Perjuangan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar mempertahankan negara, tetapi juga tentang bernegara," Ketua Pendekar Indonesia Hendrawan Saragi menyampaikan pesan peringatan Hari Pahlawan di Jakarta, Jumat.

Perjuangan, kata dia, bermakna tentang bernegara dengan berdasarkan prinsip bahwa semua manusia diciptakan sama.

"Mereka (manusia diciptakan) diberkahi dengan hak-hak tertentu yang tidak dapat dicabut," katanya.

Bangsa Indonesia, kata dia, harus tetap setia pada prinsip-prinsip yang dideklarasikan 77 tahun lalu. Hak pribadi dilindungi dan dijamin secara konstitusional, dalam hal ini pemerintah terikat untuk tidak melanggarnya.

Para pahlawan telah mendirikan pemerintahan yang bebas dan tidak boleh dibiarkan merosot menjadi otoritas tak terbatas atau tak terkendali dari segelintir orang yang berpengaruh.

"Tata kelola pemerintahan yang baik berarti pemerintahan protektif dan produktif. Protektif menjamin hak kepemilikan pribadi, memungkinkan tindakan bersama yang bermanfaat," kata dia.

Dalam memperingati Hari Pahlawan ini, Saragi juga mengajak semua pihak untuk menghormati komitmen perjuangan para pahlawan untuk menghadirkan kebebasan, mengejar kebahagiaan masyarakat, dan menjaga agar hak orang lain tidak dicabut atau tidak dilanggar.

Pendekar Indonesia pun dalam memperingati Hari Pahlawan menggelar diskusi bertema Membangun Semangat Kepahlawanan dalam Ekonomi dan Politik.

Sebelumnya, sukarelawan Pendekar Indonesia (Pendukung Andika Perkasa untuk Indonesia) pernah menyatakan bertekad mempercantik keindahan bangsa lewat bidang politik.

"Kehidupan berbangsa Indonesia yang utuh tidak hanya harus jujur dan adil, tetapi berjuang menuju keindahan," kata Hendrawan Saragi, ketua sekaligus salah satu pendiri Pendekar Indonesia.

Baca juga: Relawan Pendekar Indonesia bertekad mempercantik bangsa lewat politik
Baca juga: Pendekar Indonesia: Perlu rawat keindahan bangsa dengan akal sehat