Pendemo Ngamuk Mau Lempar Asbak, Jenderal Kopassus Ini Tetap Tenang

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hampir setahun sudah Nusantara diserang Virus Corona atau COVID-19. Dan banyak sekali kisah-kisah tak terduga sepanjang perjalanan penanganan wabah mendunia ini.

Salah satu kisah yang luput dari mata media ialah tentang tokoh militer Indonesia, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang hampir diserang pendemo dengan asbak.

Peristiwa itu yang menimpa Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-31 itu dalam memimpin Indonesia menghadapi serangan COVID-19 diutarakan Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Egy Massadiah.

Dilansir VIVA Militer, Senin 1 Februari 20210, Egy yang selama ini memang rutin mendampingi Letjen TNI Doni mengemukakan, bahwa mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden itu nyaris dilempar asbak ketika terjadi demonstrasi di Gedung DPRD Natuna.

'Mantan Komandan Paspampres itu nyaris dilempar asbak oleh para pendemo. Beliau tetap tenang menghadapinya'tulis Egy di FBnya.

Jadi ketika itu pada 15 Februari 2020, Letjen TNI Doni sedang memberikan paparan tentang rencana pemerintah mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Kota Wuhan, China.

Sebanyak 238 WNI tersebut akan dievakuasi ke Natuna, untuk menjalani isolasi. Sebab, ketika itu Wuhan menjadi kota terparah COVID-19.

Namun, saat itu situasi mendadak memanas, masyarakat mendadak menolak rencana itu dalam melakukan unjukrasa. Penolakan itu dipicu ulah provokator yang menyebarkan informasi salah tentang rencana itu.

Akhirnya Letjen TNI Doni mengajak masyarakat untuk duduk bersama dan mendengarkan penjelasan yang sebenarnyar terkait rencana evakuasi itu.

Proses duduk bersama ternyata masih panas. Pendemo berdiri dan berteriak-teriak menolak rencana itu. Malahan seorang pria mendadak mengambil asbak rokok dan mau melemparkannya ke Letjen Doni yang duduk di kursi depan gedung tersebut.

Tapi apa yang terjadi, Letjen TNI Doni sama sekali tak tersulut emosinya. Padahal, beliau itu komandan perang yang memiliki reputasi tempur luar biasa di TNI.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 terlihat sangat tenang duduk, meskipun di hadapannya puluhan pendemo sedang ngamuk-ngamuk.

'Tanpa kerjasama dan kerja keras serta keikhlasan, misi kemanusiaan ini akan sulit terwujud,' kenang Letjen Doni Monardo ditulis Egy.

Dengan ketenangan itu akhirnya emosi masyarakat bisa diredam dan WNI bisa dievakuasi ke Natuna dengan aman. Saat itu Letjen TNI Doni memaparkan bahwa WNI yang akan dievakuasi itu sudah dipastikan negatif COVID-19.

Menjelang setahun usia COVID-19 menyerang Indonesia, Letjen TNI Doni sendiri yang akhirnya positif terjangkit COVID-19. Beliau diduga terserang ketika makan bersama saat memantau kondisi lokasi bencana gempa Sulawesi dan banjir Kalimantan.

Baca: Masuk Pasukan Setan, Prajurit TNI 3 Hari Jalan Kaki 85 Kilometer