Pendeta ditembak di luar gereja Prancis, tersangka ditangkap

·Bacaan 3 menit

Lyon (AFP) - Seorang penyerang bersenjatakan senapan laras pendek melukai serius seorang pendeta Ortodoks Yunani dalam penembakan di luar sebuah gereja di kota Lyon Prancis pada Sabtu ketika negara itu masih belum pulih dari serangan gereja yang mematikan beberapa hari sebelumnya.

Nikolaos Kakavelaki (52) sedang menutup gerejanya di Lyon sore hari ketika dia diserang dan sekarang dalam kondisi kritis di rumah sakit, kata seorang sumber polisi yang meminta namanya tidak disebutkan.

Penyerang melarikan diri dari tempat kejadian tetapi jaksa penuntut umum Lyon kemudian mengumumkan seorang tersangka telah ditangkap.

"Seseorang yang bisa sesuai dengan deskripsi yang diberikan oleh saksi awal telah ditempatkan dalam tahanan," kata jaksa Nicolas Jacquet, seraya menambahkan bahwa tersangka tidak membawa senjata ketika dia ditangkap.

Pastor itu ditembak dua kali di dada dari jarak dekat, menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Motif penyerangan itu tidak jelas.

"Pada tahap ini, tidak ada hipotesis yang dikesampingkan, atau disukai," kata Jacquet.

Tetapi insiden itu terjadi pada saat Prancis sudah gelisah setelah pembunuhan tiga orang di dalam sebuah gereja di Nice pada Kamis dan pemenggalan seorang guru awal bulan ini karena memperlihatkan sebuah kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Kantor kejaksaan Lyon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para saksi, dan patroli polisi yang lewat, mendengar suara tembakan kemudian "melihat seseorang melarikan diri dan menemukan seorang pria dengan luka tembak di pintu belakang gereja".

Jaksa penuntut mengatakan bahwa penyelidikan telah diluncurkan dan tetap "berhubungan erat dengan penuntutan anti-teroris nasional".

Gereja Ortodoks kecil bergaya art-deco itu terletak di daerah perumahan di Lyon yang sangat sepi karena langkah-langkah lockdown baru yang diperkenalkan di Prancis pada Jumat untuk membendung pandemi virus corona yang sedang membesar.

Di Paris, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin membuka pertemuan darurat untuk membahas situasi tersebut.

Uskup Agung Ieronymos, kepala gereja Ortodoks Yunani, mengecam "kengerian yang menentang logika manusia".

"Ekstremis yang intoleran, fanatik, fundamentalis kekerasan dan mematikan menggunakan agama sebagai peluru yang ditujukan pada jantung kebebasan dan terutama kebebasan berkeyakinan orang lain," kata dia kepada wartawan di Athena.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengutuk "tindakan keji baru ini di Lyon".

Dia menambahkan dalam cuitan bahwa "di Eropa, kebebasan hati nurani dijamin untuk semua dan harus dihormati, kekerasan tidak bisa ditoleransi dan harus dikutuk".

Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli mengatakan "Eropa tidak akan pernah tunduk kepada kekerasan dan terorisme".

Penembakan Sabtu itu terjadi setelah tiga orang tewas dalam amukan pisau di dalam sebuah gereja di kota selatan Nice pada Kamis.

Seorang tersangka asal Tunisia ditembak dan terluka oleh polisi di dekat lokasi serangan itu.

Prancis sudah tegang setelah penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad awal September oleh majalah satir Charlie Hebdo yang diikuti oleh serangan di luar bekas kantor media itu, pemenggalan guru dan serangan di Nice.

Setelah kematian guru itu, Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis tidak akan pernah melepaskan undang-undang yang membolehkan karikatur yang menista yang memicu protes di seluruh dunia Muslim.

Dalam upaya nyata untuk merengkuh umat Muslim, Macron melakukan wawancara dengan saluran TV yang berbasis di Qatar, Al-Jazeera, pada Sabtu di mana dia mengatakan dia memahami karikatur Muhammad bisa mengejutkan.

Dia juga mengecam "kebohongan" bahwa negara Prancis berada di balik karikatur, dan mengatakan dia akan "selalu membela kebebasan berbicara, menulis, berpikir, menggambar di negara saya".

Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian memperingatkan warga Prancis menghadapi risiko keamanan "di mana pun mereka berada", dengan mengatakan peringatan telah dikirim ke semua warga negara Prancis di luar negeri.

Perdana Menteri Jean Castex berbicara tentang "tekad pemerintah dalam membolehkan setiap orang menjalankan ibadah mereka dalam keamanan penuh dan kebebasan penuh."

Dia berbicara di kota barat laut Saint-Etienne-du-Rouvray, tempat seorang pendeta Katolik tewas dalam serangan Islam pada 2016.

Prancis menerapkan lockdown virus corona kedua Jumat tetapi pemerintah telah mengecualikan tempat-tempat ibadah hingga Senin untuk memungkinkan umat Kristen merayakan mereka merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus pada Minggu.

tll-tib-fga-sla/pvh/dl/har