Pendidikan di Indonesia Belum Sepenuhnya Berkembang dengan Baik

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pernahkah teman-teman berpikir apa saja sih masalah yang dihadapi di dunia pendidikan? Yuk, kita cari tahu apa saja masalahnya!

Apakah teman-teman tau masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan banyak. kali ini kita akan mencari tau secara singkat apa saja masalah yang sedang dihadapi.

Masalah dalam dunia pendidikan saat ini salah satunya kurangnya ketersediaan dana yang mencukupi.

Dan hal ini yang menyebabkan dari banyak teman-teman kita yang tidak bersekolah, khususnya bagi mereka yang berada di kalangan kurang mampu secara "Ekonomi" lantaran biaya yang lumayan mahal untuk pendidikan.

Masalah selanjutnya membahas tentang kurikulum, ternyata di indonesia kurikulumnya belum sepenuhnya menerapkan Taksonomi Bloom, loh.

Apakah teman-teman sudah tau apa itu Taksonomi Bloom? Simak penjelasanannya berikut ini!

Taksonomi Bloom merupakan sebuah struktur yang mengidentifikasi kemampuan individu mulai dari yang rendah hingga tertinggi. Contohnya itu seperti hafalan.

Siapa dari teman-teman yang masih menganggap hafalan itu masuk kedalam kategori tinggi, ternyata hafalan itu masuk ke dalam kategori rendah lohhhhh.

Bagian apa saja sihh yang terdapat didalam Taksonomi Bloom ? Yuk kita cari tau, apa aja sih bagiannya!

Teman-teman, berikut bagian yang terdapat di dalam Taksonomi Bloom.

  1. Ranah Kognitif

  2. Ranah Afektif

  3. Ranah Psikomotor

Dan, apakah teman-teman tau kalau soal Ujian Nasional masuk kedalam taksnomi bloom yang menggunakan sistem HOTS ?

Pasti banyak dari kalian yang mengeluh saat mengerjakan soal Ujian Nasional......... Ternyata penyebabnya adalah sebagian besar soal ujian Nasional menggunakan sistem HOTS (High Order Thingking Skills) atau soal dengan kemampuan analisis tinggi.

Sedangkan materi Ujian Nasional yang selama ini teman-teman pelajari terlalu padat sehingga banyak dari teman-teman mengejar kelulusan dengan mengikuti berbagai pelajaran tambahan. Sehingga, sebagian besar teman-teman lebih fokus menghafal materi ketimbang mengasah kemampuan analisis. Betul tidak ?

Apakah teman-teman sering merasa bahwa nilai lebih dihargai daripada kejujuran ? Teman-teman tau gak kalau negara lain orientasi belajar mereka untuk bisa, sedangkan di Indonesia orientasi belajar untuk mendapatkan nilai, bahkan tidak sedikit teman-teman sering menyontek karena di Indonesia menganggap nilai lebih dihargai daripada kejujuran.

Terus solusi apa sih yang bisa diatasi ?

Teman-teman, berikut solusi dari saya untuk bisa mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia.

  • Mengacu kepada kualitas guru sebagai tangan pertama pemberi materi dan juga contoh bagi murid.

  • Guru sebagai pelaksana, untuk mempersiapkan hal tersebut guru harus dituntut memiliki kemampuan HOTS.

  • Perlu dilakukannya kegiatan apersepsi dengan gaya yang berbeda dengan biasanya sehingga menimbulkan daya tarik terhadap anak didiknya.

  • Menumbuhkan motivasi kepada anak didiknya dalam mengikuti pembelajaran.

  • Dan guru harus memiliki wawasan yang luas bagaimaca cara mengukur kemampuan siswa agar memiliki HOTS. (Maharani Gita)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel