Pendidikan vokasi diperbanyak dukung penciptaan wirausaha muda

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 3 menit

Pendidikan vokasi diperbanyak sebagai upaya untuk mendukung penciptaan wirausaha muda dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualifikasi dan berkompetensi mumpuni khususnya yang bergerak pada sektor UMKM.

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras Dudi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ahmad Saufi, S.Si., M.Sc., Rabu, mengatakan peningkatan kualitas SDM dapat dicapai melalui proses pendidikan yang tepat, di mana pola pendidikan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan Industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA).

“Dalam hal ini perguruan tinggi vokasi (PTV) memiliki peran penting sebab pada institusi pendidikan vokasilah SDM terbaik akan dibina dan ditempa agar mampu memiliki kualifikasi dan kompetensi mumpuni sesuai dengan kebutuhan IDUKA,” katanya.

Baca juga: INKA luncuran program "manufacture institute"

Selain itu, PTV juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif dan mampu bertahan dalam persaingan di IDUKA masa depan.

Saufi menyebut, munculnya stigma akan pendidikan vokasi selama ini disebabkan pemahaman masyarakat terkait keunggulan kuliah di politeknik atau sekolah vokasi masih minim.

Padahal, saat ini Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul fokus pada penguatan pendidikan vokasi. Pihaknya, ucap Saufi, berupaya menjadi katalisator bagi terjalinnya “link and match” dengan industri.

“Memilih pendidikan vokasi itu banyak keuntungannya. Kita akan dilatih beradaptasi dengan kultur industri dan dunia kerja. Sehingga ketika lulus, langsung siap kerja. Keuntungan lainnya, lulusan vokasi dibekali dengan sertifikat kompetensi yang akan menjadi modal ketika memasuki dunia kerja,” tutur Saufi.

Baca juga: Pelatihan vokasi tingkatkan kompetensi tenaga kerja, sebut Menaker

Dengan begitu, Saufi menegaskan para orang tua tidak perlu ragu untuk menyekolahkan anaknya di jalur pendidikan vokasi.

Jika tujuannya untuk cepat bekerja, pendidikan vokasi menjadi pilihan terbaik, termasuk dalam penguasaan hard skill dan soft skill. Pendidikan vokasi juga menawarkan beragam bidang dengan program studi yang menarik.

Manfaat kuliah di pendidikan vokasi turut dirasakan oleh Chief Engineer The Mulia Villa & Resort Bali, Dewa Made Juli Wiradnyana. Sebagai alumnus Politeknik Negeri Bali (PNB), sedari kuliah ia telah dibiasakan untuk disiplin. Hal ini karena jadwal kuliah di Politeknik yang padat, dari mulai pelajaran terori kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik.

“Pengalaman saya kuliah di Politeknik, sistemnya enam hari masuk, satu hari libur. Kuliah satu hari bisa delapan jam, sama dengan jam kerja. Dari sini kedisiplinan sudah mulai ditempa. Kebiasaan ini sangat berguna di dunia kerja, terutama di bidang hospitality yang saat ini saya geluti,” kata Dewa.

Baca juga: Indonesia tawarkan kerja sama pendidikan kejuruan dengan Huangshi

Mahasiswi vokasi inspirasional, yakni Safiyya Aziz yang berkuliah di jurusan komunikasi di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan saat ini aktif sebagai influencer menjelaskan, awal mula masuk Sekolah Vokasi IPB karena ingin memilih studi yang tidak hanya teoritik, tetapi lebih banyak pada praktik.

Kini, meski disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, Safiyya masih bisa mengembangkan bakatnya sebagai freelance model. Kuliah di jalur vokasi juga membuatnya tertarik untuk menjadi seorang wirausaha muda.


“Goals saya ingin jadi entrepreneur muda. Kuliah di vokasi membuat saya banyak belajar berbagai skill. Karena saya juga tidak terlalu suka belajar yang hanya teori, saya merasa cocok kuliah di vokasi,” kata Safiyya.

Sementara itu Sovia yang merupakan mahasiswi Desain Manufaktur PPNS menceritakan berbagai pengalaman menarik selama menjadi mahasiswa vokasi.

Bagi Sovia, mahasiswa politeknik juga bisa meraih berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, Sovia bahkan sedang mengikuti lomba pemodelan bisnis yang diselenggarakan Kemendikbud.

“Salah satu yang menarik kuliah di politeknik adalah kedekatan dengan industri. Di Desain Manufaktur, saya belajar dari mulai merancang, mendesain, hingga membuat kapal, dan PPNS memiliki bengkel yang lengkap untuk para mahasiswa dapat melakukan praktik,” katanya.