Pendiri PK: Dulu Anis dan Hilmi miskin sekarang kaya raya

MERDEKA.COM. Pendiri Partai Keadilan yang merupakan embrio Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustaz Mashadi mengusulkan agar partai kader itu harus dibubarkan. Kesalahan yang dilakukan para elite PKS sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Menurut Mashadi, ketika PKS masih jadi PK, partai tersebut benar-benar menjadi partai dakwah. Bahkan saat itu semua elitenya masih miskin, termasuk Hilmi Aminuddin yang kini menjadi Ketua Majelis Syuro dan Anis Matta yang kini jadi presiden PKS.

"Dulu mereka itu miskin, Anis, Hilmi dulu itu miskin, tetapi sekarang Anis mobilnya mewah, Hilmi punya 'kerajaan' di Bandung. Dari mana itu?" ujar Mashadi kepada merdeka.com, Senin (20/5).

Menurut Mashadi, PK dulu hidup dari patungan para kadernya. Saat itu karena motivasi utamanya adalah dakwah mereka rela menyisihkan uang dan hartanya untuk partai, namun kini di PKS tidak lagi.

"Sekarang ini elitenya semakin makmur, sikap rela berkorban pun sudah tidak pernah seperti dulu lagi," terangnya.

Mashadi pun yakin jika kasus yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditelusuri KPK, makan banyak elite yang akan kena.

"Sangat mungkin kalau KPK menelusuri banyak yang akan kena. Makanya, bubarin saja PKS, jual aset-asetnya lalu dibagikan dan minta maaf kepada seluruh umat. Balik lagi kita ke jalan dakwah," imbuhnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat