Pendiri PKS Minta KPK Tangkap Anis Matta dan Hilmi Aminuddin

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Salah seorang pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi mengusulkan agar partainya dibersihkan dari para kader yang ia anggap hanya menjelekkan nama baik. Ia kemudian menyebut tiga nama yang layak angkat kaki karena telah membuat citra partai yang ia bangun menjadi rusak.

"Sebenarnya sederhana menyelamatkan PKS. Disitu ada 3 sejoli yang tidak bisa dipisahkan, dan saya berani mengatakan mereka yang sudah melakukan kejahatan," tukas Yusuf dalam diskusi di Bumbu Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2013).

Ketiga orang yang disebut tiga sejoli oleh Yusuf itu adalah Presiden PKS Anis Matta, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, serta Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Yusuf menambahkan dirinya telah menulis sekitar 60-80 halaman mengenai 8 kejahatan PKS. Ia juga menyebut dirinya selama 6 tahun selama mengkritisi PKS tetapi diabaikan dan tidak dihiraukan.

"Jadi cara selamatkan PKS gampang, apabila mau memperbaiki PKS itu saya meminta kepada KPK untuk segera pasca lengkapnya alat bukti, Anis Matta dan Hilmi aminudin ditangkap dan digiring ke Guntur. Tanpa itu, PKS tidak akan bisa selesai," ujarnya.

Seperti diketahui, PKS saat ini tengah dihantam badai usai ditangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus suap daging sapi impor.

Luthfi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Keduanya, diduga menerima pemberian uang dari pengurus PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Perusahaan yang bergerak di bidang impor daging.

Keduanya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini berawal dari penangkapan terhadap empat orang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (29/1) malam. Mereka yang ditangkap adalah Ahmad, Arya Effendi, Juard Effendi, dan seorang wanita bernama Maharani. Dari hasil tangkap tangan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 miliar pecahan Rp 100.000, buku tabungan, dan dokumen.

Informasi yang saat ini berkembang, Luthfi dijanjikan mendapat Rp 40 miliar terkait kuota impor daging sapi. Sedangkan, uang sejumlah Rp 1 miliar yang ditemukan di dalam operasi tangkap tangan di mobil Ahmad adalah uang muka untuk Luthfi.

Uang suap ini diketahui berasal dari perusahaan importir daging, PT Indoguna Utama. PT Indoguna menjanjikan memberi fee dari tiap daging per kilogramnya Rp 5000/kg X 8000 ton dari total kuota 2013 yang diinginkan PT Indoguna.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.