Pendiri SpaceX Elon Musk Pamit Bikin Geger

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, pamit bikin geger. Padahal, ia cuma mau cuti dari hiruk-pikuk media sosial Twitter. Keputusan ini diungkapkan lewat cuitannya di akun Twitter pribadi pada Senin, 1 Juni lalu. "Off Twitter for a while (Keluar dari Twitter untuk sementara waktu)," ungkapnya lewat @ElonMusk, Kamis, 4 Juni 2020.

Cuitan itu langsung diserbu warganet. Tercatat, hingga Rabu siang, 3 Juni kemarin, telah ada lebih dari 31 ribu retweets, 529 ribu likes, dan 23 ribu reply. Dari sekian banyak balasan, ada salah satu warganet mencegah Elon Musk untuk keluar dari dunia Twitter.

Ia juga meminta Musk, seandainya benar-benar pamit dari Twitter, dirinya dan beberapa orang untuk diajak ke Planet Mars. "Anda tidak diizinkan pergi, apalagi menuju Mars, saat kami semua terjebak kerusuhan, virus panik, pembunuhan lebah, dan Ebola di sini. Ajak salah satu dari kami dengan Anda," tulis pemilik akun @robbystarbuck.

Akun @ElonMusk bergabung dengan Twitter sejak Juni 2009. Hingga sekarang telah lebih 35,5 juta pengguna yang mengikuti akun tersebut. Elon Musk mengunggah tweet-tweetnya mengenai apapun.

Jika belum lama ini cuitan terbaru mengenai dua astronot NASA yang berhasil sampai di Stasiun Luang Angkasa Internasional (ISS) menggunakan kapsuk Crew Dragon milik SpaceX, sebelumnya dirinya juga membicarakan segala macam termasuk meme bayi Yoda hingga pendapatnya tentang wabah Virus Corona COVID-19.

Pada 2018, Musk harus menghadapi masalah hukum karena tweetnya mengenai penyelam gua Inggris, Vernon Unsworth, yang disebut sebagai 'pria pedo'. Bos SpaceX itu digugat atas tudingan fitnah. Pada tahun yang sama pula ia harus mundur sebagai ketua dewan Tesla karena tweetnya menyangkut nasib perusahaannya itu.

Nah, belum lama ini, Elon Musk berbicara soal Virus Corona yang dikatakan panik akan pandemi itu adalah bodoh. Pendiri SpaceX ini juga mengungkapkan hitungan keliru jika Amerika Serikat (AS) akan mencapai 0 kasus baru pada akhir April 2020, padahal saat itu ada lebih dari satu juta kasus warga yang positif terinfeksi wabah COVID-19.

Seperti diketahui, usai mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada pekan lalu, kini giliran satelit yang akan dikirim oleh Elon Musk.

Lewat SpaceX, Musk siap-siap menjalankan misi luar angkasanya dengan mengirim Satelit Starlink dari Kennedy Space Center, Florida, AS Rabu, 3 Juni pukul 20.55 waktu setempat atau Kamis, 4 Juni 2020 pukul 08.00 WIB.

Roket Falcon 9 akan membawa Satelit Starlink mengangkasa, yang kemudian disusul peluncuran cadangan yang akan dilakukan 24 jam kemudian, seperti dikutip dari situs CNET. Misi ini sebelumnya sudah tertunda yang dijadwalkan awalnya akan lepas landas pada pertengahan Mei lalu, namun terkendala Badai Tropis Arthur.