Penduduk Asia lebih suka akses layanan "on demand" dari TV

·Bacaan 2 menit

Conviva sebuah perusahaan khusus menganalisis dan mengoptimasi layanan video daring megungkapkan penelitian terbaru, yakni terdapat peralihan kebiasaan streaming on demand pada masyarakat di Asia.

Terdapat peningkatan 15 persen pada kuartal pertama 2021 untuk layanan streaming video on demand di wilayah Asia dibandingkan pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

Melansir Variety, Selasa, Conviva mendapatkan dua pola utama konsumsi layanan video streaming di Asia, pertama layanan on demand meningkat dibanding siaran langsung, dan kedua pengguna yang tadinya menggunakan ponsel dan desktop beralih ke layar yang lebih besar di rumah untuk mengakses layanan itu.

Adapun wilayah Asia yang diteliti oleh Conviva di antaranya adalah Jepang, Sri Lanka, India, wilayah Timur Tengah seperti Iran, Indonesia, dan China.

Baca juga: Pertumbuhan layanan "streaming" melambat, saham Disney jatuh

Baca juga: Clubhouse danai kreator untuk buat konten

Khusus di Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Iran peningkatan layanan streaming video bahkan mencapai angka yang luar biasa mencapai 151 persen.

Peningkatan di wilayah itu bukan hanya dipengaruhi oleh semakin banyaknya layanan yang menfasilitasi streaming video on demand, tapi juga akibat pandemi COVID-19. Di samping itu mereka lebih memilih menggunakan smart TV untuk mengakses layanan VOD yang mereka miliki.

Peningkatan itu diperkuat dengan analisis lainnya, contohnya dengan meningkatnya jumlah penonton untuk tayangan olaharaga di Asia.

Sebagai contoh di India terdapat peningkatan penonton pada liga olahraga untuk Liga Utama Turnamen Kriket di India mencapai 142 persen usai ditayangkan secara daring di kuartal pertama 2021.

Sebelumnya liga itu sempat dihentikan akibat peningkatan COVID-19, namun kembali dilanjutkan dengan catatan penonton menonton lewat layanan daring mulai dari media sosial seperti di Facebook yang meraih 51 persen penonton, di Instagram dengan 22 persen penonton, dan Twitter yang berhasil menjaring 20 persen penonton.

Contoh lainnya di Korea, terdapat peningkatkan juga untuk penonton liga olahraga bisbol yang mencapai 60 persen di bandingkan sebelum tayangan itu disiarkan secara daring.

Tercatat orang- orang Korea lebih banyak menggunakan Twitter untuk menonton tayang liga bisbol itu karena mencapai 55 persen pengguna, sedangkan sisanya diikuti oleh Youtube dan Facebook masing- masing sebesar 15 persen dan 14 persen.

Menariknya pilihan mayoritas penduduk Asia untuk menyaksikan layanan VOD di televisi pintar sangat berbeda dari belahan dunia lainnya.

Ada pun aplikasi yang mendominasi pasar streaming VOD di Asia adalah aplikasi Android TV.

Baca juga: Facebook ingin kembangkan platform audio mirip Clubhouse

Baca juga: Lionsgate Play resmi hadir di Indonesia

Baca juga: Rekomendasi film dan serial streaming untuk akhir pekan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel