Penduduk desa Armenia bakar rumah jelang pengambilalihan Azerbaijan

·Bacaan 3 menit

Charektar (AFP) - Penduduk desa di luar Nagorno-Karabakh membakar rumah mereka sendiri pada Sabtu sebelum melarikan diri ke wilayah Armenia menjelang batas waktu akhir pekan yang akan melihat wilayah sengketa itu diserahkan ke Azerbaijan sebagai bagian dari perjanjian perdamaian.

Penduduk distrik Kalbajar di Azerbaijan yang dikendalikan oleh separatis Armenia selama beberapa dekade, memulai eksodus massal pekan ini setelah diumumkan bahwa Azerbaijan akan mendapatkan kembali kendali pada Minggu.

Pertempuran antara separatis yang didukung oleh pasukan Armenia dan tentara Azerbaijan meletus di wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri pada akhir September dan berkecamuk selama enam minggu.

Armenia pada Sabtu mengatakan bahwa 2.317 dari pejuangnya tewas dalam bentrokan itu, meningkat hampir 1.000 kematian dibandingkan dengan jumlah kematian terakhir yang dikonfirmasi di antara pejuang Armenia.

Azerbaijan belum mengungkapkan korban militernya dan jumlah korban sebenarnya yang diperkirakan akan jauh lebih tinggi setelah pertempuran berminggu-minggu

Presiden Rusia Vladimir Putin pekan ini mengatakan jumlah korban jiwa lebih dari 4.000 dan puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Di desa Charektar, di perbatasan dengan distrik tetangga Martakert yang akan tetap di bawah kendali Armenia, setidaknya enam rumah terbakar Sabtu pagi dengan gumpalan asap tebal membumbung di atas lembah, seorang jurnalis AFP melihat.

"Ini rumah saya, saya tidak bisa menyerahkannya kepada orang Turk (sebutan yang sering dipakai orang Armenia terhadap orang Azerbaijan)" kata seorang penduduk sambil melemparkan papan kayu yang terbakar dan kain perca yang dibasahi bensin ke dalam rumah yang sudah benar-benar kosong.

"Semua orang akan membakar rumah mereka hari ini ... Kami diberi waktu sampai tengah malam untuk pergi," katanya.

"Kami juga memindahkan kuburan orang tua kami, orang Azerbaijan akan sangat senang menodai kuburan kami. Ini tak tertahankan," tambahnya.

Pada Jumat sedikitnya 10 rumah dibakar di dalam dan sekitar Charektar.

Dua negara bekas Soviet yang saling berseteru itu sepakat untuk mengakhiri permusuhan awal pekan ini setelah upaya sebelumnya oleh Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat untuk mendapatkan gencatan senjata gagal.

Bagian penting dari kesepakatan damai tersebut termasuk pengembalian oleh Armenia atas Kalbajar, serta distrik Aghdam pada 20 November dan distrik Lachin sebelum 1 Desember, yang telah dikuasai oleh orang-orang Armenia sejak perang yang menghancurkan pada 1990-an.

Kedua belah pihak akan mempertahankan posisi di wilayah yang mereka pegang saat ini, keuntungan signifikan bagi Azerbaijan setelah merebut kembali sekitar 15 hingga 20 persen wilayah yang hilang termasuk kota kunci Shusha.

Penjaga perdamaian Rusia mulai dikerahkan ke Nagorno-Karabakh pada Rabu sebagai bagian dari ketentuan perjanjian dan mengambil kendali arteri transportasi utama yang menghubungkan Armenia ke provinsi yang disengketakan.

Pejabat militer Rusia mengatakan misi yang terdiri dari hampir 2.000 tentara akan ditempatkan di 16 pos pengamatan di pegunungan Nagorno-Karabakh dan di sepanjang koridor Lachin.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Rabu menuduh orang-orang Armenia menghancurkan "99 persen wilayah yang dibebaskan" termasuk rumah sakit, rumah dan monumen, menambahkan bahwa dia ingin Armenia membayar kompensasi.

Sementara itu di Armenia, kemarahan memuncak atas keputusan Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk menyerahkan sebagian wilayah yang disengketakan.

Ribuan orang berkumpul di jalan-jalan Yerevan dalam demonstrasi minggu ini, sementara pengunjuk rasa menyerbu dan menggeledah gedung-gedung pemerintah, menuntut pengunduran diri Pashinyan.

hba-jbr/erc