Pendukung Donald Trump Petentengan Rusak Mural Black Lives Matter

Ezra Sihite, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah orang terlihat merusak mural Black Lives Matter yang berada di dekat lokasi Gedung Putih tempat tinggal dan kantor pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seorang wanita terlihat menuangkan cat berwarna hitam pada huruf B dan L di mural tersebut. Sementara sang pria merekam para warga yang meminta sang wanita berhenti.

Dua orang itu diduga merupakan pendukung giat Donald Trump yang mana terlihat dari pakaian yang dikenakannya. Ia mengenakan topi merah dan kaus merah bertuliskan “Trump Empat Tahun Lagi”.

"Kami muak dengan narasi ini. Narasi polisi kebrutalan, narasi penindasan, narasi rasisme. Itu bohong. Itu bohong," ucap pria tersebut dikutip dari NYT, Rabu, 8 Juli 2020.

Sambil menutupi huruf B dan L dengan cat hitam sang wanita mengatakan agar gerakan itu lenyap karena dia tak mau gerakan Black Lives Matter ada di kotanya. Belum diketahui apa hubungan dua orang yang terlihat berani merusak mural.

Salah satu warga yang mendapatkan izin untuk membuat mural itu, Justin Gomez mengatakan dirinya tidak terkejut jika ada yang merusak mural itu. Tetapi ia terkejut karena perusak dilakukan secara terang-terangan.

Kepolisian Kota Martinez, California sedang melakukan pencarian terhadap dua orang kulit putih yang terlihat merusak mural itu. Keduanya harus mempertanggungjawabkan kelakuannya karena dianggap dapat memecah belah.

"Komunitas menghabiskan banyak waktu untuk membuat mural itu hanya untuk dilukis dengan cara yang penuh kebencian dan tidak masuk akal," kata Kepala Departemen Kepolisian Martinez, Manjit Sappal dalam sebuah pernyataan .

"Kota Martinez menghargai toleransi dan kerusakan pada mural itu memecah belah dan menyakitkan," katanya.

Baca juga: Pong Belo Raja Judi Ayam yang Viral Ancam Polisi Kini Pasrah Ditangkap