Pendukung Puan, Sampai BIN Bocorkan Pendukung Referendum Papua

·Bacaan 4 menit

VIVA - Sejumlah pemberitaan mewarnai portal VIVA.co.id sepanjang Jumat, 28 Mei 2021. Berita terpopuler datang dari pendukung Ketua DPR, Puan Maharani.

Para pendukung garis keras putri dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu memberi pesan ke Gubernur Jawa Tengah yang juga politikus PDIP, Ganjar Pranowo, agar punya rasa malu ke mereka. Memang, beberapa hari terakhir, kabar perseteruan antara Ganjar dan Puan mengemuka ke publik.

Berita terpopuler kedua adalah mengenai Gedung KPK yang dijaga ketat prajurit TNI dan Polri. Lembaga yang kini dipimpin oleh Firli Bahuri itu tengah jadi sorotan masyarakat karena memberhentikan pegawainya yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

Kemudian, berita terpopuler ketiga, datang dari persidangan kasus Habib Rizieq Shihab. Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dijatuhi hukuman 8 tahun.

Hukuman itu disebut meringankan untuk Habib Rizieq. Oleh karena itu, sang hakim, Suparman Nyompa, pun menjadi sorotan masyarakat.

Selain tiga berita di atas, ada dua berita lainnya yang juga menjadi perhatian masyarakat. Pertama adalah pernyataan dari anggota DPR, Sahrono, mengenai pelanggar protokol kesehatan. Dia ingin agar semua pelanggar dihukum, tidak hanya Habib Rizieq saja.

Kemudian, kesaksian aparat Badan Intelijen Negara (BIN) Teddy Lhaksmana soal 3 front yang mendukung referendum Papua.

Berikut 5 berita terpopuler di VIVA.co.id sepanjang Jumat, 28 Mei 2021:

1. Pendukung Garis Keras Puan ke Ganjar Pranowo: Malulah Sama Kami!

Soal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tak diundang saat sosialisasi kader DPD PDIP Jateng. Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara, Dady Palgunadi mengungkapkan seorang kader haruslah tunduk pada putusan partai.

"GPMN saja yang tidak semuanya kader PDIP, akan tetap tunduk bila Ibu Mega sudah berkata untuk memutuskan. Sedangkan Keputusan capres partai masih jauh. Malulah sama kami," Kata Dadi dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA dikutip Jumat, 28 Mei 2021.

Menurut Dady, Ganjar Pranowo terlalu gede rasa bila pernyataan Mbak Puan ditujukan untuk dirinya. Terlebih, seharusnya seorang Gubernur kerjanya super sibuk ditambah seorang kader yang sedang emban tugas dari partai.

Baca selengkapnya di sini.

2. Gedung KPK Dijaga Ketat Prajurit TNI-Polri

Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba mendapat penjagaan ketat dari personel TNI-Polri. Penjagaan tersebut menyusul rencana aksi bertema 'Ruatan Rakyat Untuk KPK' yang akan digelar pada siang nanti, Jumat, 28 Mei 2021.

Pasukan pengamanan itu diturunkan, untuk menjaga pengamanan depan Gedung Merah Putih KPK, di Kuningan Jakarta Selatan. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri tak menjelaskan, alasan lembaganya mendapat pengawalan besar dari TNI-Polri hari ini.

Baca selengkapnya di sini.

3. Sosok Suparman Nyompa, Hakim yang Ringankan Hukuman Habib Rizieq

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suparman Nyompa menjadi sorotan karena telah menjatuhi hukuman delapan bulan kepada mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab bersama para terdakwa lainnya pada Kamis, 27 Mei 2021.

Habib Rizieq bersama terdakwa Haris Ubaidilah Spdi, terdakwa H Ahmad Sabri Lubis, terdakwa Ali Alwi Alatas alias Alwi Alatas, terdakwa Idrus alias Idrus Al Habsyi, terdakwa Maman Suryadi, dinyatakan bersalah melanggar protokol kesehatan COVID-19 ataa kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Menjatuhkan pidana atas diri terdakwa Rizieq Shihab, terdakwa Haris Ubaidilah Spdi, terdakwa H Ahmad Sabri Lubis, terdakwa Ali Alwi Alatas alias Alwi Alatas, terdakwa Idrus alias Idrus Al Habsyi, terdakwa Maman Suryadi, dengan pidana penjara masing-masing selama delapan bulan,” kata Suparman.

Baca selengkapnya di sini.

4. Jangan Cuma Habib Rizieq, Sahroni Minta Aparat Tegas ke Pelanggar Lain

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengomentari putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, atas vonis terhadap Habib Rizieq Shihab. Menurut Sahroni, Keputusan majelis hakim patut diapresiasi dan menjadi contoh agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan yang menyebabkan kerumunan di era pandemi COVID-19.

"Untuk putusan Rizieq Shihab, kami di Komisi III mengapresiasi para penegak hukum karena sudah menetapkan hukuman pada beliau. Semoga putusan ini bisa menjadi pelajaran buat masyarakat agar menghindari kegiatan apapun yang menyebabkan munculnya kerumunan," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat 28 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini.

5. Teddy Lhaksmana BIN Bocorkan Ada 3 Front Dukung Referendum Papua

Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Teddy Lhaksmana Widya menyatakan pihaknya mendeteksi tiga front yang aktif saat ini untuk menggalang dukungan pelaksanaan referendum di Papua.

"Tiga front yang aktif menggalang dukungan pelaksanaan referendum di Papua, yaitu front bersenjata, front politik dan front klandestin," kata Teddy dalam rapat kerja (Raker) bersama panitia khusus (Pansus) DPR di Jakarta, Kamis.

Teddy menjelaskan sejak dikeluarkannya Otonomi khusus (Otsus) Nomor 21 Tahun 2001, tingkat kesejahteraan masyarakat Papua masih rentan. Indeks pembangunan manusia (IPM) masih berkisar 60,84 poin sampai 64,70 atau terendah di Indonesia.

Baca selengkapnya di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel