Penebang Pohon Pelindung Ditangkap di Pontianak

Metrotvnews.com, Pontianak: Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/2), menangkap dua warga yang kepergok sedang menebang pohon pelindung milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat.

Dua warga yang tertangkap tangan itu adalah FX Ayong Setiadi Sofian dan Hendra Subagio. Keduanya menebang pohon di depan rumah mereka yang terletak di Jalan Panglima Aim Pontianak Timur.

"Keduanya saat ini sedang kami buatkan berita acara pemeriksaan karena dinilai melanggar Peraturan Daerah Nomor 1/2010 tentang Ketertiban Umum," kata Kepala Seksi Penegakan Peraturan dan Perundang-undangan Satpol PP Kota Pontianak, Rachmat Suprayetno.

Ia mengatakan jika hari ini BAP terhadap kedua orang itu bisa diselesaikan, akan langsung diproses di Pengadilan Negeri Pontianak dengan dakwaan melanggar Perda Ketertiban Umum. Ancaman kurungan tiga bulan dan denda maksimal Rp50 juta.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi membenarkan ada dua warga Pontianak Timur yang ditangkap saat sedang menebang pohon milik DKP. "Mereka menebang pohon dengan alasan, pohon itu menghalangi depan rumah toko yang akan dibangun," katanya.

Utin mengaku kedua penebang pohon itu, sebelumnya sempat membujuknya agar tidak diproses hukum, bahkan keduanya siap membayar ganti rugi berapapun besarnya. "Kalau kasus itu kami lepaskan, maka ke depannya masyarakat akan dengan mudah menebang pohon milik DKP," ujarnya.

Ia mengimbau agar warga Kota Pontianak tidak menebang atau membunuh pohon pelindung dengan dalih apapun karena siapa yang melanggar akan diproses hukum. Data DKP Kota Pontianak, sekitar 10.250 pohon pelindung yang ditanam dinas itu, 8.000 pohon di antaranya sudah diregistrasi.(Ant/BEY)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.