Peneliti: Anak muda berperan strategis kembangkan energi terbarukan

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Peneliti Senior Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Ropiudin mengatakan anak muda memiliki peran strategis dalam pengembangan energi terbarukan.

"Anak muda perlu lebih melek isu energi terbarukan sehingga dapat berperan aktif dan terjun langsung dalam pengembangan energi terbarukan pada masa yang akan datang," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.

Ketua Bidang Riset Aliansi Dosen Nahada Jateng-DIY tersebut menambahkan bahwa sektor energi terbarukan memerlukan lebih banyak wirausaha muda yang dapat menjadi harapan penggerak masa depan.

"Pencarian bibit-bibit unggul inovator dan wirausaha muda pada sektor energi terbarukan perlu terus dilakukan. Kiprah anak muda akan mendorong terjadinya perubahan, termasuk perubahan yang diharapkan terjadi di tingkat pengambil kebijakan," katanya.

Baca juga: Kementerian ESDM akan bangun taman panel surya di Indonesia timur

Dengan demikian, kata dia, diharapkan dapat mendukung upaya untuk memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen dari bauran energi nasional pada 2025.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, maka sosialisasi dan promosi secara masif tentang potensi dan pemanfaatan energi terbarukan harus terus diintensifkan.

Sosialisasi tersebut, kata dia, dapat berupa pengembangan dan perluasan jangkauan media informasi mengenai energi terbarukan.

Menurut dia sosialisasi sangat penting dilakukan untuk mendukung pengembangan dan penerapan energi terbarukan pada 2021.

"Dengan demikian, topik energi terbarukan akan menjadi topik yang makin familiar di tengah masyarakat, termasuk di kalangan anak muda," katanya.

Dia menambahkan akselerasi pengetahuan dan promosi energi terbarukan secara masif dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman sebagai bagian dari program Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbud.

"Tujuannya, untuk meningkatkan keilmuan dan keterampilan mahasiswa, yaitu dalam bentuk magang atau praktik kerja pada perusahaan berbasis energi terbarukan," katanya.

Selain itu, kata dia, dapat juga dilakukan melalui penelitian atau riset bersama industri untuk pengembangan inovasi energi terbarukan, proyek kemanusiaan berbasis energi terbarukan dan kegiatan wirausaha berbasis energi terbarukan.

Selain itu, bisa juga melalui studi independen berbasis energi terbarukan, membangun desa atau KKN tematik berbasis energi terbarukan hingga pertukaran pelajar untuk penguatan bidang energi terbarukan secara lintas bidang.

"Hal ini untuk menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan perguruan tinggi yang merupakan pembelajar sejati yang kompeten, lentur dan ulet serta siap berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa dan menjadi warga dunia yang produktif," katanya.

Peningkatan SDM bidang energi terbarukan, kata dia, juga sangat diperlukan untuk mendukung ketersediaan energi terbarukan yang sangat melimpah di Indonesia.

Baca juga: PLN peroleh pinjaman 500 juta dolar untuk infrastruktur listrik EBT
Baca juga: Kementerian ESDM: EBT dalam bauran energi hanya capai 11,51 persen