Peneliti apresiasi komitmen Erick Thohir berantas korupsi

Peneliti senior Maarif Institute Endang Tirtana menyampaikan apresiasi atas komitmen Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam memberantas korupsi dan memandang komitmen tersebut sebagai era baru pembangunan Indonesia.

"Sikap Erick Thohir yang tegas membuka tabir korupsi yang telah menahun mengendap lama akan menjadi era baru dalam pembangunan Indonesia bebas dari korupsi," kata Endang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Bagi Endang, komitmen Erick Thohir dalam melakukan pemberantasan korupsi diwujudkan melalui kerja sama dengan Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka memberantas rasuah di perusahaan BUMN.

Selama kepemimpinan Erick Thohir, kata Endang, setidaknya ada empat kasus korupsi BUMN yang terungkap. Pertama adalah kasus korupsi Jiwasraya dengan total kerugian Rp16,8 triliun, kemudian kasus Garuda Indonesia terkait dengan penyewaan pesawat jenis ATR 72-600.

Ketiga, kasus Asabri yang diperkirakan kerugian sebesar Rp17 triliun, hingga yang terbaru dugaan korupsi pengadaan tower transmisi PT PLN pada tahun 2016 dengan anggaran Rp2.251.592.767.354,00 atau Rp2,25 triliun.

"Ini hadiah bagi Indonesia karena masih memiliki pemimpin yang tegas melakukan pemberantasan korupsi. Tidak banyak berteriak soal pemberantasan korupsi, tetapi langsung melakukan aksi," ucap Endang.

Endang mengungkapkan bahwa korupsi menunjukkan hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingginya tingkat korupsi akan menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, baik di negara-negara berkembang maupun maju.

Upaya yang dilakukan Erick Thohir, bagi Endang, menjadi bukti usaha untuk kemajuan Indonesia. Endang meyakini ke depannya perkembangan Indonesia akan makin maju dengan tidak adanya korupsi.

Ia berharap agar pemimpin bangsa lainnya turut serta melakukan aksi pemberantasan korupsi di instansi ataupun lembaga mereka, sekaligus mengingatkan agar jangan sampai Erick Thohir sendirian dalam memerangi korupsi di Indonesia.

"Bersama-sama kita pasti bisa membantu Erick Thohir dalam memberantas korupsi. Laporkan indikasi korupsi kepada aparat. Jangan hanya diam dan menunggu," kata Endang.

Baca juga: KPK: Pemberantasan korupsi perlu dibarengi pendidikan dan pencegahan
Baca juga: Survei: 34,2 persen responden menilai baik soal pemberantasan korupsi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel