Peneliti: Cegah osteoporosis dengan perilaku hidup sehat

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masdalina Pane mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

"Masyarakat sebaiknya senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang guna mencegah osteoporosis," kata Masdalina Pane dihubungi di Jakarta, Senin.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) itu menambahkan meskipun masyarakat perlu asupan makanan bergizi, tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsi mikronutrien seperti kalsium.

Baca juga: Kemenko PMK ajak lansia tetap aktif bergerak guna cegah osteoporosis

Menurutnya, mengonsumsi kalsium secara berlebihan juga dikhawatirkan meningkatkan risiko batu ginjal dan permasalahan pada pankreas. Sehingga, perlu diperhatikan agar mengonsumsi kalsium sesuai dengan kebutuhan harian.

"Selain makanan bergizi seimbang, masyarakat juga perlu beraktivitas fisik dan olahraga rutin sekitar 15-30 menit per hari, jangan merokok dan tidak minum alkohol," katanya.

Pane menjelaskan osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan gangguan struktur tulang atau perubahan mikroarsitektur jaringan tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi mudah patah.

"Osteoporosis sering disebut juga dengan silent disease, karena datang secara tiba-tiba," katanya.

Menurut dia, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan osteoporosis harus terus diintensifkan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

"Edukasi dan sosialisasi secara intensif sangat diperlukan dengan melibatkan Posyandu, Puskesmas atau kader-kader kesehatan di tiap-tiap desa," katanya.

Baca juga: Dokter tekankan pentingnya mengendalikan faktor risiko osteoporosis

Baca juga: Dokter: Nutrisi dan aktivitas fisik kunci utama cegah osteoporosis

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Agus Suprapto mengatakan Kemenko PMK turut berperan aktif dalam mensosialisasikan pentingnya pencegahan osteoporosis kepada masyarakat.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah terus menggencarkan kampanye Germas sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam rangka mendorong masyarakat untuk mengutamakan paradigma sehat yang promotif dan preventif.

Germas meliputi tujuh langkah, yakni melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan jamban.