Peneliti China Buat Alat 'Pembaca Pikiran' untuk Deteksi Orang yang Nonton Porno

Merdeka.com - Merdeka.com - Para peneliti China dilaporkan tengah membuat sebuah alat yang bisa mendeteksi seseorang yang sedang menonton film porno dengan membaca pikiran orang tersebut.

Alat baru ini akan menguntungkan sensor internet yang berlaku di China dengan mendeteksi gelombang otak yang dipicu konten mesum. Seperti diketahui, pornografi ilegal di China.

Direktur pusat eksperimen teknik elektro Universitas Jiaotong Beijing, Xu Jianjun menyampaikan, prototipe alat ini dibuat untuk mendeteksi informasi buruk. Xu telah menerbitkan karyanya ini dalam Journal of Electronic Measurement and Instrumentation.

Dikutip dari laman The Independent, Rabu (22/6), alat ini telah diuji pada 15 mahasiswa. Peserta uji coba memakai alat ini sembari duduk di depan layar komputer, disertai alarm yang akan berbunyi ketika gambar tertentu terdeteksi oleh otak.

Peneliti mengatakan alat baru ini bisa secara otomatis beradaptasi dengan sensor gelombang otak manusia, bisa menyaring sinyal lainnya yang berasal dari emosi atau keletihan.

Otoritas China mempekerjakan pengawas pornografi yang disebut jian huang shi untuk memeriksa konten mesum di media sosial.

Biasanya kecerdasan buatan bisa digunakan untuk mendeteksi gambar dan video tertentu, tapi terkadang algoritmanya tidak akurat atau error. Otak manusia masih bisa mendeteksi konten pornografi lebih cepat dan dengan akurasi yang lebih baik. Akurasi alat ini 80 persen.

Namun, salah satu akademisi dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China di Hefei mengatakan ada masalah etis dalam penggunaan alat ini.

"Tidak ada hukum yang mengatur penggunaan alat semacam ini atau melindungi data yang mereka kumpulkan," jelasnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel