Peneliti Korsel Ciptakan Teknologi AI Prediksi Resiko Kematian Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit

DREAMERS.ID - Korea Selatan mengembangkan model pembelajaran mesin untuk memprediksi risiko kematian COVID-19 pada pasien terkait perawatan. Alat pintar berbasi AI atau Artificial Intelligence ini nantinya bisa memprediksi tingkat resiko kematian dari pasien COVID-19.

Tim peneliti di National Health Insurance Service Rumah Sakit Ilsan mengatakan dalam siaran pers hari Senin (9/11), bahwa model tersebut dapat memperkirakan hasil yang buruk pada pasien dengan COVID-19 untuk lebih dari 90 persen kasus.

Model tersebut berdasarkan pada 10.237 pasien yang didiagnosis pada 23 Januari dan 2 April. Pada masa tindak lanjut terakhir pada 16 April, rasio kasus kematian adalah 2,85 persen, dengan 2,2 persen atau 228 pasien meninggal. Sisanya 75,9 persen atau 7.772 sembuh, dan 21,9 persen atau 2.237 masih dirawat.

Dalam memprediksi prognosis pasien, model mempertimbangkan informasi seperti riwayat kesehatan, karakteristik sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin dan tingkat pendapatan serta temuan dari survei epidemiologi seperti rute infeksi.

Studi tersebut menemukan bahwa pada usia 70 atau lebih pada laki-laki, adanya gejala pada saat diagnosis, diabetes mellitus, hipertensi, kanker, penyakit paru-paru kronis atau asma dikaitkan dengan peningkatan kematian terkait COVID-19.

Melansir dari Korea Herald, salah satu peneliti, Dr. An Chan Sik mengatakan dia berharap model prediksi ini membantu profesional kesehatan menentukan pasien mana yang lebih mungkin mengalami komplikasi parah.

"Dengan memungkinkan prediksi pasien mana yang mungkin membutuhkan perawatan kritis, model tersebut dapat memandu penyedia layanan kesehatan dalam memutuskan cara terbaik mengalokasikan sumber daya medis yang terbatas dan mungkin mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan," jelasnya.

Model tersebut tidak hanya memprediksi hasil akhir, apakah pasien akan meninggal atau pulih, tetapi juga kematian dini. Penelitian ini menegaskan bahwa usia yang lebih tua merupakan faktor prognostik yang kuat. Tetapi usia tidak mempengaruhi waktu pemulihan atau kematian dalam populasi pasien penelitian.

Berita Lainnya :

Simpangsiur Tanggal Peluncuran Samsung Galaxy S21

Apple Rilis Mac Book Terbaru, Apa Bedanya?