Peneliti Korsel kembangkan tato pemantau kesehatan

Peneliti di Korea Selatan tengah mengembangkan tato pemantau kesehatan yang berbasis nanoteknologi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Tato ini berbeda dari tato tinta biasa. Melansir Reuters, Selasa, tinta tato ini terbuat dari logam cair dan karbon nanotube yang berfungsi sebagai bioelektroda sehingga nantinya bisa terhubung dengan perangkat pemeriksa kesehatan seperti elektrokardiogram (EKG) atau biosensor lainnya.

Ketika terhubung, alat ini dapat mengirimkan pembacaan detak jantung pasien dan tanda-tanda vital lainnya seperti glukosa dan laktat ke monitor.

Baca juga: Aaron Carter pamer tato Rihanna di wajahnya

Baca juga: Johnny Depp murka ketika tato "Wino Forever" ditertawakan Amber Heard

Steve Park, sebagai Profesor Material Science & Engineering di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), mendemonstrasikan tato elektronik (e-tattoo) di lengannya yang terhubung dengan sistem pemantauan elektrokardiogram (ECG) di Daejeon, Korea Selatan, 26 Juli, 2022. (REUTERS/MINWOO PARK)
Steve Park, sebagai Profesor Material Science & Engineering di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), mendemonstrasikan tato elektronik (e-tattoo) di lengannya yang terhubung dengan sistem pemantauan elektrokardiogram (ECG) di Daejeon, Korea Selatan, 26 Juli, 2022. (REUTERS/MINWOO PARK)


"Di masa depan, apa yang kami harapkan adalah menghubungkan chip nirkabel yang terintegrasi dengan tinta ini, sehingga kami dapat melihat respon tubuh atau kami dapat mengirim sinyal bolak-balik antara tubuh kami ke perangkat eksternal," kata pemimpin proyek bernama Steve Park.

Tinta ini diklaim tidak merusak kulit dan terbuat dari partikel logam lunak berwarna keperakan yang juga digunakan dalam semikonduktor atau termometer.

Sementara nanotube berwarna platinum juga ditambahkan dalam membuat tinta ini sehingga tinta memiliki daya tahan yang kuat.

Tujuan akhir dari penelitian itu adalah menghilangkan biosensor dengan kabel sehingga pemeriksaan kesehatan berpotensi lebih ringkas dilakukan.

Monitor alat-alat kesehatan tersebut secara teori dapat ditempatkan di mana saja, termasuk di rumah pasien jika percobaan ini berhasil.

Baca juga: Di China, anak di bawah umur dilarang pakai tato meski disetujui ortu

Baca juga: Amankah hilangkan tato pakai laser?

Baca juga: Seniman wanita Afghanistan Soraya Shahidy dobrak pantangan tato

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel