Peneliti: Perlu upaya dorong inovasi dan keberlanjutan pertanian

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi menyebutkan diperlukan berbagai upaya untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan pada sistem pertanian agar mampu mengatasi berbagai tantangan, salah satunya krisis iklim.

"Untuk mengadaptasi berbagai tantangan dalam kelangsungan sektor pertanian, sistem perlu memprioritaskan inovasi dalam meningkatkan produktivitas dan juga keberlanjutan," katanya dalam keterangan resminya yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan beberapa hal yang perlu dimaksimalkan untuk mendukung inovasi dan keberlanjutan pada sektor pertanian, yakni mendorong investasi pada research and development (RnD) atau penelitian dan pengembangan (litbang) pada sektor pertanian.

​​Dia menyebut perlu juga mengembangkan kerangka kerja umum untuk menciptakan pedoman yang mendukung pendekatan pertanian sehat, misalnya, berinvestasi dalam sistem pertanian, R&D, inovasi, infrastruktur, dan layanan penyuluhan untuk mendorong pertumbuhan produktivitas berkelanjutan dan asupan nutrisi yang seimbang.

Lalu, untuk meningkatkan produktivitas, menurut dia, perlu diberikan insentif untuk membantu usaha kecil dalam bisnis agrifood, sekaligus mengarahkan mereka untuk berinovasi dan mengadopsi langkah- langkah yang berkelanjutan secara lingkungan.

Dia melanjutkan, transformasi juga perlu segera dilakukan untuk mengurangi risiko krisis pangan, dan sistem pertanian perlu aktif mengambil strategi mitigasi, serta perlu segera menghentikan cara bertani yang merusak lingkungan.

"Sistem pertanian idealnya mengadaptasi keterbatasan lahan dengan memaksimalkan lahan yang ada melalui penggunaan input pertanian berkualitas dan menggencarkan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian," kata Azizah.

Azizah menjelaskan cara bertani yang aman bagi lingkungan, seperti berfokus pada pengurangan emisi berkelanjutan dan insentif dapat memberikan keuntungan bagi manusia dan alam.

Selain itu, dalam memilih kebijakan, menurut dia, faktor inovasi dan keberlanjutan perlu dijadikan pertimbangan karena krisis iklim dan faktor alam telah menjadi tantangan dalam penyediaan pangan.

Ia ​​​menyebut inovasi dan keberlanjutan menjadi kunci agar sektor pertanian dapat terus memenuhi kebutuhan manusia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) sektor pertanian hanya 3-7 persen dari total realisasi PMA tahun 2015- 2019. Angka ini menunjukkan masih besarnya peluang investasi pada sektor ini.

Baca juga: Sri Mulyani: El Nino picu turunnya target pertumbuhan pertanian 2023
Baca juga: Kementan: Pengawas pertanian berperan penting jaga ketahanan pangan
Baca juga: Kementan perluas lahan food estate di Kalteng hingga 82 ribu hektare