Peneliti sebut perlu strategi khusus kelola generasi Z

Kepala Peneliti Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (CHCD) PPM Manajemen Maharsi Anindyajati mengatakan perlu adanya strategi khusus dalam mengelola generasi Z pada suatu organisasi.

“Indonesia akan mengalami periode bonus demografi pada tahun 2030-2040. Pada periode tersebut diperkirakan jumlah usia produktif (15 tahun hingga 64 tahun) mencapai angka 183,36 juta atau 68,7 persen dari total penduduk (266,91 juta),” ujar Maharsi di Jakarta, Rabu.

Perbedaan karakter generasi Z dengan generasi sebelumnya, lanjut dia, memerlukan strategi khusus dalam pengelolaannya. Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada rentang 1996 hingga 2009.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, lanjut dia, generasi Z memiliki karakter pencemas (mengkhawatirkan banyak hal), adaptif (mudah menyesuaikan diri), aspiratif (memiliki cita-cita tinggi), perfeksionis (ingin semuanya sempurna), dan percaya diri yakin akan kemampuan diri.

Untuk motivasi kerja yakni gaji, minat dan keinginan, lingkungan kerja, pengembangan diri, dan kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

“Sementara untuk nilai hidup yakni adaptasi, etika, bertanggung jawab, ketaatan, dan disiplin diri,” terang dia lagi.

Untuk preferensi kerja sebanyak 79,3 persen menginginkan agar hobi dapat menjadi pencaharian utama, dan 89,3 persen mempunyai pekerjaan sampingan.

Sebanyak 29,4 persen generasi Z menginginkan menjadi wirausaha, kemudian 29,4 persen menjadi ASN, 19,8 persen menjadi karyawan swasta, 10,1 persen jadi profesional, 8,1 persen menjadi freelancer, dan 3,2 persen ingin bekerja di bidang lainnya.

Dalam mengelola generasi Z, lanjut dia, perlu adanya kejelasan arahan, informasi dan harapan yang jelas. Kemudian penggunaan teknologi terkini dalam operasional atau digitalisasi, cepat dan segera, pengembangan diri atau kesempatan pengembangan karir dan kompetensi.

“Selanjutnya perlu fleksibilitas atau keleluasaan dalam bekerja, adanya wadah komunikasi dan terbuka terhadap ide serta saran, lingkungan kerja yang positif, dan kepedulian terhadap isu kesehatan mental,” imbuh dia.

PPM Manajemen menyelenggarakan Human Capital National Conference (HCNC) pada 2 November hingga 3 November 2022. HCNC merupakan acara tahunan yang mempertemukan para praktisi modal insani di organisasi-organisasi Indonesia untuk membahas dan menemukan isu-isu human capital terkini.

HCNC menyajikan hasil penelitian yang dilakukan oleh CHCD PPM Manajemen berkaitan dengan isu-isu terkini.

Tahun ini, HCNC 2022 mengambil tema besar Welcoming Generation Z: Shaping the Future of Workforce yang akan menyajikan hasil survei mengenai karakteristik Gen Z seraya mencoba menjawab dengan adanya karakter tersebut apa yang akan dilakukan organisasi dan apa yang harus dilakukan perusahaan agar menarik dan melibatkan para generasi Z di pekerjaan,” kata Plt Direktur Eksekutif PPM Manajemen, Aditayani Indra Kukila.
Baca juga: Wali Kota Depok; Jadikan STQH untuk wujudkan generasi milenial Qurani
Baca juga: Akademisi: Generasi muda perlu ubah pola pikir terkait pangan
Baca juga: Wamenparekraf minta generasi muda ambil peran bangun ekonomi digital