Peneliti TII : KTT G20 momen perkenalkan produk UMKM dalam negeri

Peneliti Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Nuri Resti Chayyani mengatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah momentum Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di dalam negeri.

Dengan ketertarikan para delegasi terhadap produk UMKM itu, menurut dia, saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin, akan berpotensi meningkatkan ekspor nasional dan menaikkan kelas UMKM sesuai dengan target pemerintah.

“KTT G20 adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan produk dalam negeri. Dengan demikian, ekspor akan meningkat dan lebih bersaing dengan produk mancanegara,” kata Nuri.

Baca juga: Teten: Forum G20 jadi momentum produk Garut tembus pasar global

Dia menjelaskan, selama ini UMKM adalah penyumbang terbesar pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19 dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 60,5 persen, ditambah sektor ini berhasil menyerap 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Dalam kesempatan ini, Nuri mengatakan KTT G20 juga momentum Indonesia untuk mengenalkan berbagai layanan pariwisata, khususnya di Bali dan sekitarnya, terutama wisata alam yang dimiliki Indonesia sebagai negeri khatulistiwa dan beriklim tropis.

“Selain UKM, sektor pariwisata juga mendapatkan imbas momentum KTT G20. Peserta/ delegasi dari masing-masing negara dapat difasilitasi untuk merasakan langsung pengalaman wisata alam Indonesia,” kata Nuri.

Baca juga: Delegasi G-20 minati produk aromaterapi UMKM binaan LPEI

Dengan demikian, menurut dia, pemerintah pusat dan daerah dapat sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan fasilitas pariwisata nasional.

“Tentunya pemerintah daerah dan pusat dapat mengevaluasi apakah wisata alam sudah maksimal dalam hal pelayanan dan fasilitas, karena hal ini terkait dengan peningkatan pendapatan asli daerah,” kata Nuri.

Presiden Joko Widodo menyampaikan acara puncak KTT G20 di Bali pada 15-16 November akan dihadiri oleh 17 kepala negara/ pemerintahan dan 3.443 delegasi dari berbagai negara.