Peneliti Ungkap Kekebalan dari Vaksin COVID-19 Hanya 3 Bulan

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Peneliti mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 yang telah dikembangkan akan memberi kekebalan dalam melawan virus tersebut selama 90 hari. Hal itu lantaran kekebalan tubuh dari vaksin belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti saat ini.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group, para ahli mengatakan, durasi kekebalan alami atau yang disebabkan oleh vaksin belum sepenuhnya dipahami. Studi ini dilakukan setelah regulator Inggris menyetujui vaksin virus corona Pfizer BioNtech pekan lalu.

Para ilmuwan menambahkan bahwa kekebalan setelah mendapatkan imunisasi COVID-19 dapat bertahan selama 90 hari. Meski terbilang singkat, para peneliti optimis bahwa vaksin akan membantu pemulihan dunia dari krisis pandemi ini.

"Berdasarkan variabilitas dalam data dan perbedaan tanggapan dalam populasi, kami secara konservatif memperkirakan bahwa tanggapan kekebalan pelindung setelah infeksi atau vaksinasi SARS-CoV-2 dapat bertahan selama 90 hari," tulis peneliti, dikutip dari laman Daily Star.

Perkiraan mereka didasarkan pada fakta bahwa virus corona jenis baru ini cenderung menginfeksi kembali setelah satu hingga dua tahun. Infeksi ulang dengan virus korona musiman sering terjadi pada 12 bulan dan kadang-kadang paling awal enam bulan, tetapi tidak dalam tiga bulan.

“Berdasarkan informasi ini, kami menyimpulkan bahwa: Dalam satu bulan setelah infeksi alami, sebagian besar orang akan mengembangkan kekebalan yang melindungi terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi ulang. Perlindungan ini kemungkinan akan bertahan setidaknya selama tiga bulan," papar peneliti.

Mereka mengatakan bahwa 28 hari setelah vaksin efektif, sebagian besar orang mengembangkan kekebalan alami yang melindungi terhadap penyakit yang bisa memicu infeksi ulang. Para ahli menambahkan bahwa sebagian kecil lainnya mungkin tidak mengembangkan kekebalan itu setelah sembuh dari COVID-19 atau vaksinasi.

Dokumen tersebut menambahkan bahwa antibodi virus corona dapat dideteksi pada setidaknya 90 persen pada orang yang telah terinfeksi virus, dan angka ini mendekati 100 persen dengan uji klinis terbaru. Antibodi dapat diukur dalam waktu sekitar satu minggu setelah gejala berkembang.

Para ilmuwan mengatakan uji coba vaksin virus corona menunjukkan bahwa tingkat kekebalan yang tinggi terhadap penyakit COVID-19 dapat diperoleh, setidaknya dalam jangka pendek. Terlepas dari itu, para ahli menyarankan agar protokol kesehatan terus dilakukan seperti mencuci tangan dengan air dan sabun yang teruji secara klinis kandungan antibakterialnya dapat membunuh kuman dan bakteri 99,9 persen.

"18.000 produk Marina Body Wash kepada Palang Merah Indonesia di Surabaya sebagai bentuk apresiasi kami kepada petugas kesehatan yang telah berjuang untuk melindungi kami. Marina Body Wash, mengandung Anti Bakterial yang efektif membunuh bakteri 99,9 persen sehingga akan membantu melindungi petugas kesehatan dan masyarakat dari bahaya penularan COVID-19," ujar GM Marketing Marina, Melani D. Astuti, dalam keterangan tertulisnya.