Peneliti Ungkap Misteri Sungai Gelap

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Peneliti menemukan Sungai Gelap yang diisi oleh aliran es mencair di Greenland. Memiliki julukan Sungai Gelap karena mengalir di bawah permukaan tanah Greenland yang membentang 1.000 kilometer hingga Petermann Fjord, merupakan ujung wilayah negara tersebut.

Dikutip dari situs Science Alert, Selasa, 17 November 2020, peneliti Christopher Chambers mengatakan hasil pemodelan yang dibuatnya konsisten dengan sungai subglasial yang panjang. Namun masih banyak yang harus dipastikan.

Baca: Peneliti Temukan Alien di Planet Tetangga Bumi

Penelitian masih meragukan kesenjangan yang signifikan pada data radar dari survei udara di atas lapisan es Greenland. Bertahun-tahun yang terdeteksi adalah lembah subglasial raksasa.

Dalam beberapa dekade, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa palung, lembah, hingga ngarai besar dapat tersembunyi di lingkungan subglasial, beserta gagasan air cair yang kemungkinan mengalir di bawahnya.

Namun, karena kurangnya data, tidak diketahui apakah semua lembah saling terhubung menjadi satu sungai panjang yang berkelok-kelok, atau terjadi karena suatu fenomena berbeda.

"Jika ada air di sana, kami tidak tahu seberapa banyak jumlahnya. Apakah mengalir disepanjang lembah hingga Petermann Fjord kemudian kembali beku, atau keluar dari lembah," ujarnya.

Dalam sebuah studi terbaru, ia mengambil hipotesis bahwa lembah tidak dipecah menjadi beberapa bagian, namun mengalir dalam satu sungai yang panjang. Kemungkinan itu diklaim sangat masuk akal.

Dalam pemodelan baru, peneliti berasumsi bahwa Sungai Gelap merupakan sungai yang panjang. Mereka juga menemukan aliran air dari Greenland ke laut tidak terputus. Peneliti berharap di masa depan survei udara dapat mengkonfirmasi simulasi yang telah mereka buat.