Peneliti Ungkap Ukuran Cula Badak Makin Pendek Seiring Waktu, Ini Sebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekelompok peneliti di Universitas Helsinki, Finlandia menemukan, cula badak kini makin pendek ukurannya dalam satu abad terakhir. Penyebab dari itu, kata mereka, bisa jadi lantaran perburuan yang mengincar cula demi cuan.

Cula badak paling banyak dicari oleh pemburu selama ratusan tahun. Hingga kini cula badak banyak digunakan untuk pengobatan di China dan Vietnam.

"Dalam hal badak, orang biasanya ingin cula yang besar," kata Oscar Wilson, mahasiswa doktoral dan penulis dalam penelitian di Universitas Helsinki, seperti dilansir laman The Guardiant, Selasa (1/11). Cula yang berukuran besar membuat para pemburu mendapat harga yang lebih tinggi.

Wilson dan rekan penelitinya mengatakan hasil studi mereka terhadap sejumlah foto badak mengindikasikan seiring waktu ukuran cula badak makin mengecil dibandingkan ukuran tubuhnya.

Fenomena ini juga terjadi pada gajah dan domba liar.

"Perburuan yang lebih mengincar cula atau gading yang besar membuat hewan yang bertahan hidup dan bereproduksi memiliki cula atau gading yang lebih kecil sebagai bagian dari perubahan evolusi," kata para peneliti dalam jurnal People and Nature.

Tim peneliti mendapatkan kesimpulan itu dengan mengkaji sejumlah foto dan karya seni bergambar badak di Pusat Sumber Daya Badak (RRC) di Utrecht. Sejumlah karya seni bahkan dibuat pada abad ke-15.

Tim peneliti fokus pada 80 foto badak dan menyusunnya berdampingan. Mereka kemudian menghitung panjang dari cula dibanding ukuran tubuh mereka sebelum mengambil angka rata-rata dan menghitung perbedaannya dengan rasio yang dilihat dari masing-masing foto. hasilnya tim peneliti bisa mengetahui ukuran cula badak itu makin membesar atau mengecil seiring waktu. [pan]