Penelitian: Ada Bagian dari Tanaman Ganja yang Buat Orang Kecanduan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penelitian baru menemukan, konsentrasi tetrahydrocannabinol atau THC yang lebih tinggi - bagian dari tanaman ganja yang membuat orang mabuk - menyebabkan lebih banyak orang kecanduan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry pada Senin, dibandingkan dengan orang yang menggunakan produk dengan potensi lebih rendah (biasanya 5 hingga 10 miligram per gram THC), mereka yang menggunakan ganja dengan potensi lebih tinggi lebih mungkin mengalami kecanduan dan masalah kesehatan mental.

Para ilmuwan membentuk "unit THC standar" 5 miligram untuk penelitian ini. Jumlah itu disebut menyebabkan keracunan ringan bagi pengguna non-reguler.

"Salah satu studi kualitas tertinggi yang termasuk dalam publikasi kami menemukan bahwa penggunaan ganja potensi tinggi, dibandingkan dengan ganja potensi rendah, berhubungan dengan peningkatan risiko kecanduan empat kali lipat," jelas salah satu penulis penelitian, Tom Freeman, dikutip dari CNN, Rabu (27/7).

Dalam satu gram ganja, bagian atas tanaman ganja yang dikeringkan dan dipanen yang biasanya dihisap, konsentrasi THC meningkat sekitar 2,9 miligram setiap tahun, menurut sebuah penelitian 2020 oleh Freeman dan timnya di Universitas Bath Inggris.

Dalam getah ganja, kandungan THC meningkat sekitar 5,7 miligram setiap tahun dari 1975 sampai 2017. Produk konsentrat dapat mencapai tingkat THC yang sangat tinggi.

Para ahli khawatir bertambahnya level THC tahuan ini tidak dipahami konsumen, khususnya bagi yang membeli produk ganja ilegal.

"Orang yang membeli ganja secara ilegal mungkin tidak dapat mengakses informasi yang dapat dipercaya tentang potensi produk yang mereka gunakan," kata Freeman.

"Namun, jenis ganja tertentu biasanya lebih kuat daripada yang lain - ekstrak ganja biasanya lebih kuat daripada bunga ganja," tambahnya.

Di Amerika Serikat (AS), sekitar 3 dari 10 orang yang memakai ganja mengalami gangguan atau kecanduan, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC).

"Laporan PBB menemukan dalam dua dekade terakhir, proporsi orang mencari pengobatan untuk ketergantungan ganja meningkat di semua kawasan dunia di luar Afrika," jelas Freeman.

Freeman mengatakan, ketika ganja menjadi lebih kuat, kasus psikosis yang disebabkan ganja meningkat. Psikosis adalah "kehilangan kontak dengan kenyataan" yang dapat ditandai dengan mendengar suara-suara dan memiliki delusi.

Pengguna ganja dengan kandungan berpotensi tinggi mengalami peningkatan gangguan kecemasan umum daripada mereka yang merokok ganja dengan kandungan THC yang rendah, menurut penelitian 2020. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel